Kedatangan Menteri Trenggono disambut langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani bersama Wakil Bupati Zaeni Miftah, mantan Bupati Kebumen Ir Mohammad Yahya Fuad SE, Sekda Edi Rianto, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.
Kampung Nelayan Merah Putih Karangduwur merupakan salah satu kawasan pesisir strategis di Kebumen yang dihuni oleh 5.136 jiwa dari 1.572 kepala keluarga. Aktivitas ekonomi masyarakatnya didominasi sektor perikanan tangkap dengan jumlah 441 nelayan yang mengoperasikan 322 unit kapal.
Sejumlah komoditas unggulan yang dihasilkan nelayan setempat antara lain ikan layur, trejet, tongkol, udang, hingga bawal.
Untuk mendukung peningkatan produktivitas nelayan, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mengalokasikan anggaran fisik sebesar Rp10,1 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk membangun 19 fasilitas infrastruktur di kawasan kampung nelayan tersebut.
Beberapa fasilitas yang dibangun meliputi shelter pendaratan ikan, tangga pendaratan, area parkir perahu, tangki air laut berkapasitas 5.000 liter, pabrik es portable slurry, gudang beku portable, kios perbekalan nelayan, hingga kios kuliner.
Selain itu juga dibangun fasilitas sanitasi dan lingkungan seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL), tempat pembuangan sampah, tangki air bersih berkapasitas 12.000 liter, serta toilet umum.
Tak hanya itu, infrastruktur umum seperti kantor pengelola, balai nelayan, musholla, gerbang gapura, rumah genset, serta penerangan jalan juga turut dibangun untuk menunjang aktivitas masyarakat pesisir.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kelautan dan Perikanan (DLHKP) Kebumen, Asep Nurdiana, menjelaskan bahwa Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga transformasi ekonomi masyarakat nelayan.
Menurutnya, seluruh fasilitas yang telah dibangun nantinya akan dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Pembangunan di Karangduwur ini sudah selesai 100 persen dan tinggal menunggu peresmian secara serentak. Tahun 2025 lalu ada 100 titik KNMP di Indonesia, dan pada 2026 direncanakan berkembang menjadi 1.000 titik,” jelas Asep.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kebumen juga telah mengusulkan sejumlah lokasi tambahan untuk pengembangan program serupa, di antaranya TPI Pasir, Tanggulangin, Argopeni, dan Karangbolong.
Dalam kesempatan tersebut, Asep juga menjelaskan perkembangan Pengelolaan Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan. Saat ini pengelolaannya tengah dialihkan dari KKP kepada PT Agrinas Jaladri Nusantara.
Proses inventarisasi aset untuk pelimpahan tersebut masih berlangsung agar transisi berjalan sesuai prosedur.
“Masih operasional, karyawannya juga masih bekerja seperti biasa,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Koperasi Desa Merah Putih, Miftakhudin, mengatakan koperasi yang dibentuk bertujuan memperkuat daya saing nelayan serta mengelola berbagai fasilitas yang telah dibangun pemerintah.
Saat ini tercatat sebanyak 30 anggota resmi telah bergabung dengan persyaratan berupa fotokopi KTP, pas foto, simpanan pokok Rp100 ribu, serta simpanan wajib Rp10 ribu per bulan.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani dalam kesempatan tersebut juga memaparkan besarnya potensi wilayah pesisir Kebumen yang memiliki garis pantai sepanjang 63,53 kilometer.
Pada tahun 2025, produksi perikanan tangkap Kebumen tercatat mencapai 14.748 ton dengan nilai ekonomi sebesar Rp216,25 miliar.
“Terima kasih atas pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Karangduwur. Kehadiran program ini tentu sangat membantu para nelayan dan masyarakat pesisir di Kebumen,” kata Lilis.
Sementara itu Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa kunjungannya bertujuan memastikan seluruh infrastruktur yang telah dibangun dapat berfungsi optimal dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan.
“Saya ingin memastikan bangunan yang didesain untuk meningkatkan produktivitas nelayan ini benar-benar berjalan sesuai rencana. Nantinya semua fasilitas akan dikelola secara profesional oleh koperasi untuk melayani para nelayan,” tegasnya.
Kunjungan kerja tersebut ditutup dengan dialog santai antara Menteri Trenggono dan para nelayan, yang kemudian dilanjutkan dengan pembagian bantuan beras sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat pesisir.(*)









