Sejak pagi, ratusan pengunjung memadati lokasi bazar. Produk-produk unggulan UMKM Kebumen laris manis bahkan sebelum tengah hari.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani hadir langsung membuka acara, didampingi Sekda Edi Rianto, Kepala Disperindag KUKM Haryono Wahyudi, serta anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika. Hadir pula ASN Pemkab Kebumen, perwakilan BUMN/BUMD, hingga siswa SMK jurusan pemasaran yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Gerakan Nyata Serap Produk Lokal
Tak sekadar seremoni, Bupati Lilis menunjukkan komitmen nyata. Ia telah menerbitkan surat edaran yang menginstruksikan ASN, koperasi, sekolah, serta instansi BUMN/BUMD untuk menyerap produk UMKM Kebumen, khususnya dalam pengadaan hampers Lebaran minimal Rp100 ribu per paket.
“Alhamdulillah, sebelum tengah hari mayoritas produk sudah habis terjual. Bahkan ada pelaku usaha yang harus menambah stok karena permintaan melonjak,” ujar Bupati Lilis optimistis.
Langkah strategis ini menjadi angin segar bagi pelaku UMKM yang biasanya mengalami perlambatan penjualan di awal Ramadan.
124 UMKM Terkurasi, 200 Lebih Produk Unggulan
Kepala Disperindag KUKM Kebumen, Haryono Wahyudi, menjelaskan bahwa sebanyak 124 pelaku UMKM telah melalui proses kurasi ketat untuk tampil di ajang ini. Lebih dari 200 jenis produk dipamerkan, mulai dari aneka kue kering, pastry, makanan olahan, hingga produk kreatif lainnya.
“Kami ingin memastikan kualitas produk terbaik yang ditawarkan kepada masyarakat, sekaligus membantu UMKM meningkatkan omzet menjelang Lebaran,” jelas Haryono.
Dampaknya langsung terasa. Kiki, pemilik Paman Sam Pastry, mengaku 40 boks bolen pisang coklat miliknya habis hanya dalam 10 menit.
“Hari ini jauh lebih ramai. Penjualan bisa naik sampai empat kali lipat dibanding hari pertama,” katanya sumringah.
Pilihan Paket Hampers hingga Rp300 Ribu
Ketua Rumah UMKM Kebumen, Nanang Wahidin Yusuf, menambahkan bahwa panitia menyediakan tiga skema pembelian: eceran satuan, paket bazar fresh food, serta paket hampers senilai Rp100 ribu, Rp200 ribu, hingga Rp300 ribu dengan isi 7–10 varian produk.
Menariknya, tahun ini siswa SMK jurusan pemasaran dilibatkan langsung membantu promosi dan transaksi penjualan. Selain mendongkrak omzet, strategi ini juga memberi pengalaman praktik nyata bagi para pelajar.
Bagi masyarakat yang belum sempat berkunjung, tak perlu khawatir. Produk-produk unggulan hasil kurasi tetap dipamerkan di Gedung Dekranasda Kebumen mulai esok hari hingga menjelang Lebaran.
Beli lokal bukan sekadar tren, tapi gerakan bersama menguatkan ekonomi daerah. Kebumen membuktikan, UMKM bisa berdaya saat semua pihak bergerak bersama.(*)












