![]() |
| Bupati Kebumen Lilis Nuryani saat menghadiri program “Cerdas dan Sehat Bareng Biyunge”, di Desa Somagede, Kecamatan Sempor.(ft ist) |
Tak sekadar pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini juga dirangkai dengan bakti sosial, khitan massal, hingga layanan Spesialis Keliling (Speling). Program ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat perbatasan.
Kepala Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Kebumen, dr. Iwan Danardono, menyebutkan sedikitnya 200 warga mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Selain itu, 50 warga menerima bantuan sosial, dan 6 anak mengikuti khitan massal.
“Ini hasil kolaborasi Pemkab Kebumen bersama RSU PKU Muhammadiyah Gombong, IDI, PMI, Baznas, serta Puskesmas Sempor 2. Sinergi ini penting agar pelayanan benar-benar menyentuh masyarakat,” jelas dr. Iwan.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, dalam kesempatan itu mengingatkan pentingnya perubahan gaya hidup sehat di tengah tingginya kasus hipertensi di masyarakat. Ia mengimbau warga mengurangi konsumsi gorengan dan makanan tinggi garam, serta menjaga kesehatan mental.
“Kesehatan adalah investasi jangka panjang. Pola makan dijaga, pikiran juga harus sehat. Hubungan keluarga yang harmonis ikut menentukan kondisi fisik kita,” ujar dr. Reza, yang juga mengajak warga mengikuti kuis edukatif seputar kolesterol dan asam urat.
Somagede Segera Miliki Pustu, Warga Tak Perlu Lagi Berobat Jauh
Kabar yang paling dinanti warga akhirnya datang. Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, mengumumkan pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Somagede yang akan mulai dikerjakan pada Maret 2026.
Selama ini, warga harus menempuh jarak cukup jauh menuju Puskesmas Sempor 2 untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Kami ingin pemerintah yang mendekat ke masyarakat. Dengan adanya Pustu, layanan dokter, perawat, dan bidan akan lebih mudah diakses warga Somagede,” tegas Bupati Lilis.
Tak hanya sektor kesehatan, Bupati juga memaparkan komitmen pembangunan infrastruktur. Meski ada kebijakan pemangkasan anggaran dari pusat, Pemkab Kebumen justru menaikkan alokasi anggaran perbaikan jalan dan jembatan tahun 2026 menjadi Rp176 miliar.
Di Kecamatan Sempor, sejumlah proyek strategis akan digarap, antara lain perbaikan jalan Jatinegara–Purbowangi, Kalirejo–Kenteng, serta pelebaran jembatan ruas Pagebangan–Somagede.
Pada sektor pendidikan, Bupati menekankan pentingnya memastikan tidak ada anak yang putus sekolah karena alasan ekonomi.
“Segera laporkan jika ada anak yang terkendala biaya. Pemerintah harus hadir. Ibu adalah sekolah pertama bagi anak. Kontrol penggunaan gawai dan pastikan anak-anak kita mendapatkan pendidikan yang layak demi masa depan Kebumen,” pungkasnya.(*)












