Belajar dari Kebumen, Delegasi Kerajaan Kamboja Tinjau Pengelolaan Air Bersih Pedesaan


Delegasi The Ministry of Rural Development (MRD) Kerajaan Kamboja saat bertemu Bupati Lilis Nuryani untuk melakukan kunjungan studi ke Kebumen.(ft ist) 
KEBUMEN, (seputarkebumen.com)-Kabupaten Kebumen kembali menarik perhatian internasional. Kali ini, delegasi The Ministry of Rural Development (MRD) Kerajaan Kamboja melakukan kunjungan studi ke Kebumen untuk mempelajari praktik pengelolaan air minum dan sanitasi pedesaan yang dinilai berhasil dan berkelanjutan.

Kunjungan berlangsung di Pendopo Kabumian, Senin (9/2/2026), dipimpin Project Director RWSHISDP Mister Tith Sopha dan Project Manager Miss Mith Somountha. Rombongan turut didampingi perwakilan Asian Development Bank (ADB) serta pejabat dari Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia.

Kepala Bagian Administrasi dan Pembangunan Setda Kebumen, Alfia Diananita Zulfa, yang juga bertindak sebagai penerjemah, menjelaskan bahwa Pemerintah Kamboja saat ini tengah menjalankan program pembangunan air bersih dan pengelolaan limbah pedesaan dengan dukungan pendanaan ADB.

“Program tersebut direncanakan berjalan selama lima tahun dan kini telah mencapai progres sekitar 20 persen. Kebumen dipilih sebagai lokasi pembelajaran karena dinilai berhasil dalam penyediaan air minum pedesaan dan pengolahan limbah tinja secara terintegrasi,” jelas Alfia.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kebumen sebagai rujukan pembelajaran internasional. Menurutnya, keberhasilan infrastruktur air bersih tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga konsistensi pengelolaan dan keterlibatan aktif masyarakat.

“Bagi kami, ini merupakan bentuk pengakuan atas komitmen Kebumen dalam membangun sistem air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan. Kami siap berbagi pengalaman melalui praktik-praktik terbaik yang telah kami terapkan,” ujar Bupati Lilis.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi Kamboja meninjau dua lokasi utama. Pertama, Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kaligending, yang menjadi contoh pengolahan lumpur tinja terpusat dan terstandar guna menjaga kualitas lingkungan.

Lokasi kedua adalah PAMSIMAS Desa Pasir, Kecamatan Ayah, yang menjadi model pengelolaan air minum berbasis masyarakat. Program ini menunjukkan kemandirian warga dalam mengelola, merawat, dan memanfaatkan sarana air bersih secara berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan pertukaran cenderamata antara Pemerintah Kabupaten Kebumen dan delegasi Kerajaan Kamboja sebagai simbol persahabatan dan kerja sama lintas negara.

Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang mampu meningkatkan kualitas layanan publik di bidang air bersih dan sanitasi, baik di Kerajaan Kamboja maupun di Kabupaten Kebumen.(*)