![]() |
| Bupati Kebumen Lilis Nuryani saat menyerahkan tokoh sayang kulit kepada Ki Dalang Eko Suwaryo.(ft ist) |
![]() |
| Bupati Kebumen Lilis Nuryani saat menyerahkan tokoh sayang kulit kepada Ki Dalang Eko Suwaryo.(ft ist) |
Kegiatan budaya tahunan ini semakin istimewa dengan kehadiran Bupati Kebumen Lilis Nuryani, didampingi Ir. Mohammad Yahya Fuad, SE. Turut hadir Kepala Disparbud, Kepala Disdikpora, jajaran Forkopimcam Ayah, Pemerintah Desa Bulurejo, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai desa sekitar.
Kepala Desa Bulurejo, Ali Imron, menyampaikan rasa bangga atas kekompakan warganya. Seluruh rangkaian acara selametan desa tersebut murni didukung swadaya masyarakat dari 14 RT, dengan dana terkumpul mencapai Rp55 juta.
“Ini bukti nyata gotong royong warga Bulurejo. Kami juga bersyukur Ibu Bupati berkenan hadir di desa perbatasan ini. Sebelumnya kami telah melaksanakan ziarah makam leluhur, semoga selametan desa dan pagelaran wayang ini membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Ali Imron.
Dalam sambutannya, Bupati Lilis Nuryani mengaku terkesan dengan kekompakan dan keramahan masyarakat Bulurejo dalam kunjungan perdananya ke desa tersebut. Ia menegaskan komitmen Pemkab Kebumen untuk terus mendukung pembangunan di wilayah selatan, khususnya Kecamatan Ayah.
Sebagai kabar baik bagi warga, Bupati menyampaikan rencana perbaikan sejumlah ruas jalan strategis, antara lain: Ruas Bumiagung – Demangsari. Ruas Demangsari – Boyowulung. Ruas Kalibangkang – Argosari. Ruas Rogodono – Pringtutul.
“Perbaikan infrastruktur jalan menjadi perhatian kami karena sangat penting untuk mobilitas warga dan pengembangan potensi desa,” ungkapnya.
Suasana semakin semarak ketika Bupati menggelar kuis interaktif di sela acara. Warga dari berbagai usia tampak antusias menjawab pertanyaan seputar potensi wisata lokal, nama pejabat desa, hingga struktur pemerintahan kecamatan. Beragam hadiah pun dibagikan, mulai dari uang tunai Rp100 ribu hingga satu unit sepeda.
Pagelaran wayang kulit malam itu bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, pelestarian budaya, sekaligus sarana komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat.(*)