Polisi Kawal Pemulihan Psikologis Anak Korban Tragedi Buayan, Trauma Healing Diberikan Secara Berkelanjutan


Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri.(ft ist) 
KEBUMEN, (seputarkebumen.com)- Polres Kebumen memastikan pendampingan trauma healing diberikan secara intensif kepada AZ (8), anak yang selamat dalam tragedi meninggalnya AA (35) di Desa Banyumudal, Kecamatan Buayan. Pendampingan ini difokuskan pada pemulihan kondisi psikologis korban yang diduga mengalami trauma berat akibat peristiwa tersebut.

Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri menegaskan, kepolisian berkomitmen mengawal proses pemulihan korban anak agar hak-haknya tetap terlindungi dan masa depannya tidak terganggu oleh trauma mendalam.

“Polres Kebumen memastikan korban anak mendapatkan pendampingan trauma healing secara berkelanjutan. Fokus utama kami adalah pemulihan psikologis agar anak dapat kembali beraktivitas, tumbuh, dan berkembang di lingkungan yang aman,” ujar AKBP Eka Baasith Syamsuri, Sabtu (10/1/2025).

Pendampingan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Pemerintah Kabupaten Kebumen serta UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Proses pemulihan dilaksanakan secara humanis dengan dukungan tenaga profesional yang berpengalaman menangani trauma pada anak.

Kapolres menambahkan, pendekatan yang dilakukan sangat memperhatikan kondisi emosional korban yang masih rentan. Selain pendampingan psikologis, kepolisian juga memastikan perlindungan hukum, akses pendidikan, dan layanan kesehatan bagi korban tetap terpenuhi melalui koordinasi lintas sektor.

Sementara itu, Kapolsek Buayan Iptu Walali Saebani mengungkapkan bahwa suami korban telah lama tidak pulang ke rumah. Ia juga menyampaikan bahwa korban sebelumnya sempat berupaya mengakhiri hidup, namun berhasil dicegah.

Peristiwa tragis ini diketahui meninggalkan dampak psikologis yang mendalam bagi korban anak yang selamat. Selain kehilangan ibu dan adiknya, korban juga sempat berada dalam situasi yang mengancam keselamatan jiwanya.

Polres Kebumen mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, khususnya di media sosial. Langkah tersebut penting untuk menjaga kondisi psikologis korban dan menghormati keluarga yang tengah berduka.(*)