![]() |
| Gelaran Logaritma Smart Competition (LSC) atau ajang kompetisi edukatif bagi siswa-siswi SD dan MI se-Kecamatan Karanganyar.(ft ist) |
KARANGANYAR, (seputarkebumen.com)-SMP IT Logaritma Karanganyar sukses menggelar Logaritma Smart Competition (LSC), ajang kompetisi edukatif bagi siswa-siswi SD dan MI se-Kecamatan Karanganyar dan sekitarnya, Sabtu (24/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut Penerimaan Santri Baru Pondok Pesantren Daaruth Toyyibah SMP IT Logaritma Karanganyar.
Tak sekadar lomba, LSC dirancang sebagai ruang eksplorasi bakat dan kreativitas anak sejak usia dini, sekaligus sarana mempererat silaturahmi antarlembaga pendidikan dasar dan menengah.
Kepala SMP IT Logaritma Karanganyar, Miftah Nur Azizah, menjelaskan bahwa LSC merupakan kompetisi edukatif yang menggabungkan aspek akademik, seni, dan nilai keislaman dalam satu wadah.
“LSC ini kami selenggarakan untuk adik-adik SD dan MI di Kecamatan Karanganyar dan sekitarnya. Harapannya, mereka bisa menyalurkan potensi sekaligus merasakan atmosfer belajar yang menyenangkan,” ujarnya.
Pada penyelenggaraan perdana ini, panitia menghadirkan empat cabang lomba, yakni cerdas cermat Islam, lomba poster, tahfidz Juz 30, serta membaca puisi. Ragam lomba tersebut diharapkan mampu mengakomodasi minat dan bakat peserta dari berbagai bidang.
Suasana kompetisi semakin semarak dengan keterlibatan OSIS SMP IT Logaritma Karanganyar. Para siswa menampilkan beragam karya melalui stand pameran serta unjuk kreativitas ekstrakurikuler, termasuk demo memasak yang menyita perhatian peserta dan para pendamping.
“Kami libatkan OSIS untuk menampilkan karya-karya mereka. Ada stand pameran dan juga kreativitas dari ekstrakurikuler memasak. Ini sekaligus menjadi media pembelajaran bagi siswa kami,” tambah Miftah.
Sebanyak 68 peserta dari sekitar 20 sekolah SD/MI tercatat mengikuti LSC. Tingginya antusiasme tersebut menunjukkan besarnya minat sekolah dasar terhadap kegiatan yang memadukan kompetisi, kreativitas, dan pembinaan karakter islami.
Miftah berharap, LSC tidak hanya berhenti sebagai ajang perlombaan, tetapi mampu menjadi jembatan kolaborasi pendidikan.
“Pertama, tentu sebagai ajang silaturahmi dengan SD/MI di sekitar Karanganyar. Kedua, menjadi wadah kreativitas agar anak-anak lebih percaya diri dan berani mengembangkan potensinya,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa meski baru pertama kali digelar, LSC direncanakan menjadi agenda rutin tahunan.
“Insyaallah ke depan LSC akan kami jadikan kegiatan tahunan sebagai bentuk komitmen kami membangun kerja sama yang lebih erat dengan sekolah-sekolah SD/MI,” pungkasnya.
Dengan semangat kolaborasi dan pembinaan generasi muda, Logaritma Smart Competition diharapkan menjadi pintu lahirnya ruang-ruang positif bagi siswa untuk tumbuh berprestasi, kreatif, dan berakhlak mulia.(*)












