Perahu nelayan bernama Mutiara itu tengah dalam perjalanan kembali ke darat usai melaut. Namun, saat memasuki muara sungai, perahu tiba-tiba kandas dan posisinya melintang. Tak berselang lama, gelombang besar menghantam hingga membuat perahu terbalik di area pemecah ombak atau borderan.
Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri melalui Wakapolres Kompol Faris Budiman menjelaskan, kondisi arus dan ombak di muara sungai menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan laut tersebut.
“Perahu sempat kandas di muara Sungai Bodo, kemudian diterjang ombak besar hingga terbalik. Namun seluruh ABK berjumlah empat orang berhasil menyelamatkan diri,” ujar Kompol Faris.
Keempat nelayan tersebut diketahui bernama Sudarto (42) warga Cilacap Tengah, Agus (40) asal Cilacap Selatan, Tursino (46) warga Kecamatan Puring, Kebumen, serta Kacung (45) dari Kampung Laut, Cilacap. Meski selamat, perahu yang mereka gunakan mengalami kerusakan cukup parah.
Insiden itu pertama kali diketahui oleh dua nelayan setempat, Sugiarto (28) dan Roni Hendarto (29), yang menyaksikan langsung perahu terbalik di muara. Keduanya segera melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kebumen.
Mendapat laporan, Satpolairud Polres Kebumen bergerak cepat bersama Pos TNI AL Logending, SAR Lawet Perkasa Kebumen, serta SAR TPI Mertangga Jetis Cilacap untuk melakukan penanganan dan evakuasi perahu dari lokasi kejadian.
Akibat kecelakaan laut tersebut, pemilik perahu diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp20 juta akibat kerusakan pada badan perahu.
Wakapolres Kebumen pun mengingatkan para nelayan agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melintasi area muara sungai yang rawan perubahan arus dan gelombang.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Gunakan selalu life jacket dan perhatikan kondisi cuaca serta ombak sebelum dan saat melaut,” tegasnya.(*)












