![]() |
| Proses evakuasi perahu nelayan MM setelah diterjang gelombang besar saat hendak melaut.(ft ist) |
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, perahu yang diawaki dua anak buah kapal (ABK), Ma’tuf (39) dan Akhmad Fuadi (34), baru saja bertolak dari Pelabuhan Logending menuju laut lepas.
Namun nahas, setibanya di ujung muara Sungai Bodo, perahu mendadak dihantam ombak besar dari arah selatan. Hantaman gelombang membuat perahu oleng hingga akhirnya terbalik dan tenggelam.
“Dua ABK berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke arah pemecah gelombang di sekitar muara sungai,” terang Kapolres.
Keduanya kemudian mendapat pertolongan dari nelayan setempat dan dievakuasi ke Pos TNI Angkatan Laut Logending untuk pemeriksaan medis. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kondisi kedua ABK dilaporkan selamat.
Meski demikian, perahu beserta mesin dan alat tangkap mengalami kerusakan parah. Saksi mata di lokasi menyebutkan gelombang besar datang secara tiba-tiba dengan kekuatan cukup kuat, sehingga diduga menjadi penyebab utama kecelakaan laut tersebut. Total kerugian ditaksir mencapai Rp60 juta.
Petugas Satpolairud Polres Kebumen bersama Pos AL Logending dan SAR Lawet Perkasa Kebumen langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi korban, pendataan saksi, serta penyelidikan awal guna memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Kapolres Kebumen mengimbau para nelayan agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca dan gelombang laut, terutama saat keluar dan masuk muara. Nelayan juga diminta selalu menggunakan life jacket atau jaket pelampung sebagai langkah keselamatan dasar saat melaut.
“Penggunaan alat keselamatan sangat penting untuk meminimalkan risiko fatal apabila terjadi kecelakaan laut,” pungkasnya.(*)












