![]() |
| AZ anak yg ditinggal orang tuanya saat di bopong oleh H. Mohammad Yahya Fuad saat berkunjung ke rumah duka.(ft ist) |
Kehadiran orang nomor satu di Kebumen itu bukan sekadar menyampaikan belasungkawa, melainkan memastikan seluruh bentuk pendampingan—mulai dari psikologis, sosial, hingga ekonomi—benar-benar diterima keluarga korban pasca-peristiwa tragis yang mengguncang warga setempat.
“Pemkab Kebumen hadir secara penuh. Kami memastikan keluarga mendapat dukungan moral, bantuan ekonomi, pendampingan psikologis, hingga pembebasan biaya visum. Yang terpenting, anak korban harus terlindungi dan masa depannya tetap terjaga,” tegas Bupati Lilis di sela kunjungan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyerahkan santunan, paket sembako, perlengkapan sekolah, serta mainan untuk AZ (8), putri almarhumah yang selamat dari peristiwa memilukan itu. Perhatian khusus diberikan kepada AZ yang kini menjadi fokus utama pemulihan.
Tak berhenti di bantuan darurat, Bupati Lilis juga menyiapkan langkah jangka panjang. Pemkab menawarkan peluang pekerjaan bagi paman dan bibi AZ agar memiliki penghasilan tetap, sehingga dapat memberikan pengasuhan optimal dan lingkungan aman bagi tumbuh kembang sang anak.
Tekanan Ekonomi Jadi Latar Belakang
Dari hasil penelusuran sementara, tragedi ini diduga kuat dipicu tekanan ekonomi dan beban keluarga yang berat. Suami almarhumah diketahui telah meninggalkan rumah selama dua tahun terakhir dan sulit dihubungi.
Sehari sebelum kejadian, almarhumah sempat mengirim pesan WhatsApp kepada sang suami. Namun pesan tersebut hanya dibaca tanpa respons, bahkan nomor kontak almarhumah diblokir. Kondisi ini disinyalir memperparah tekanan psikologis yang dialaminya.
Dampak paling berat kini dirasakan AZ. Selain kehilangan ibu dan adiknya, ia juga mengalami trauma mendalam setelah sempat diajak mengakhiri hidup bersama. Beruntung, AZ menolak dan berhasil menyelamatkan diri.
Sebagai respons atas peristiwa ini, Pemkab Kebumen berkomitmen melakukan pemetaan ulang warga pra-sejahtera agar bantuan sosial lebih tepat sasaran dan mampu mencegah tragedi serupa.
Pendampingan Psikososial Berkelanjutan
Sejalan dengan arahan Bupati, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Kebumen telah bergerak cepat sejak Rabu (7/1/2026) untuk memberikan pendampingan psikososial.
Plt Kepala UPTD PPA Kebumen, Arum Dwi L, mengatakan fokus utama saat ini adalah pemulihan trauma dengan pendekatan ramah anak.
“AZ menyaksikan langsung kondisi ibu dan adiknya, bahkan sempat berada dalam situasi yang mengancam jiwanya. Saat ini muncul tanda trauma seperti ketakutan terhadap orang asing. Kami melakukan pendekatan lewat komunikasi ringan dan permainan agar ia kembali merasa aman,” jelas Arum.
Selain mendampingi anak, tim PPA juga memberikan edukasi kepada keluarga besar agar tidak mengulang cerita kejadian di hadapan korban, demi mempercepat proses pemulihan mental.
Pemkab Kebumen memastikan pendampingan lintas sektor akan dilakukan secara berkelanjutan, termasuk pemenuhan hak pendidikan dan kesehatan AZ hingga jangka panjang.
Di akhir kunjungan, Pemkab sekaligus meluruskan informasi keliru yang beredar di media sosial terkait jumlah korban meninggal dunia. Disebutkan bahwa kabar tiga korban meninggal adalah tidak benar. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap berempati dan tidak menyebarkan informasi yang berpotensi menambah luka keluarga.(*)












