Cuaca Ekstrem Terjang Kebumen, Pohon Tumbang dan Sejumlah Rumah Warga Rusak


Petugas dan warga bergotong royong memperbaiki rumah warga yang terdampak bencana.(ft ist) 
KEBUMEN, (seputarkebumen.com)- Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang melanda Kabupaten Kebumen dan memicu sejumlah peristiwa pohon tumbang serta kerusakan rumah warga di beberapa kecamatan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian tersebut menyebabkan kerugian materiil dan kepanikan warga.

Wakapolres Kebumen, Kompol Faris Budiman, memastikan seluruh insiden telah ditangani aparat kepolisian bersama unsur terkait.
“Tidak ada korban jiwa dalam rangkaian kejadian ini. Petugas sudah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan membantu penanganan di lapangan,” ujar Kompol Faris, Sabtu (10/1).

Salah satu peristiwa terjadi di Kecamatan Ayah. Sebuah pohon andem yang sudah mati tumbang dan menimpa rumah warga di Dukuh Wanasari, Desa Demangsari, Jumat (9/1) sekitar pukul 14.30 WIB. Pohon roboh ke arah atap rumah milik Tri Ponidi (37) dan merusak bagian ruang keluarga. Hujan deras disertai angin kencang diduga menjadi penyebab utama kejadian tersebut.

Petugas Polsek Ayah bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa segera mendatangi lokasi. Selain melakukan pendataan saksi dan korban, petugas juga membantu membersihkan material pohon serta puing bangunan yang rusak.

Cuaca buruk juga berdampak di Kecamatan Petanahan. Pada Kamis malam (8/1) sekitar pukul 22.15 WIB, hujan deras dan angin kencang menyebabkan dapur rumah milik Basriyah (59), warga Desa Karangduwur, ambruk. Beruntung, korban berada di bagian depan rumah sehingga tidak mengalami luka.

Masih di wilayah Petanahan, pohon jati tumbang menimpa dapur rumah Andar Tofik Pambudi di Desa Tanjungsari pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Pohon yang berada di tepi saluran air belakang rumah roboh akibat kondisi tanah yang labil dan terpaan angin kencang.

Peristiwa serupa kembali terjadi Jumat malam sekitar pukul 23.35 WIB. Sebatang pohon adem ati tumbang dan menghantam dapur rumah Suwarso (62), warga Desa Banjarwinangun. Kejadian diketahui saat korban tengah beristirahat dan mendengar suara keras dari arah belakang rumah.

Polsek Petanahan bersama BPBD, pemerintah desa, dan warga setempat langsung melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), pendataan korban dan saksi, serta kerja bakti membersihkan material pohon dan bangunan yang rusak.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan, terutama terhadap potensi pohon tumbang, tanah labil, serta bangunan yang kondisinya sudah rapuh demi menghindari risiko yang lebih besar.(*)