![]() |
| Bupati Kebumen Lilis Nuryani,saat menghadiri layanan kesehatan dan sosial gratis melalui program "Cerdas dan Sehat Bareng Biyunge”, warga Desa Selotumpeng, Kecamatan Mirit. (ft ist) |
Program yang mulai digulirkan sejak Januari 2026 ini menjadi agenda rutin dua kali dalam sebulan. Beragam layanan disiapkan secara terpadu, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, khitanan massal, donor darah, penyaluran bantuan sosial bagi penyandang disabilitas, hingga layanan Dokter Spesialis Keliling (Speling).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, didampingi anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, anggota DPRD Kebumen Faiq Hasan, mantan Bupati Mohammad Yahya Fuad, jajaran pimpinan OPD, Forkopimcam Mirit, serta perwakilan Baznas dan PMI.
Kepala Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Kebumen, dr. Iwan Danardono, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memangkas berbagai kendala akses layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat pedesaan.
“Pada tahun 2026, kami menargetkan 56 persen penduduk mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis. Selain itu, kualitas skrining juga kami tingkatkan. Jika tahun 2025 hanya lima jenis skrining, tahun ini ditargetkan berkembang hingga 19 jenis skrining kesehatan yang lebih komprehensif,” jelas dr. Iwan.
Dalam kegiatan di Selotumpeng, tercatat 200 warga menerima layanan pengobatan gratis, 12 anak mengikuti khitanan massal, serta 100 paket bantuan sosial disalurkan kepada warga kurang mampu dan penyandang disabilitas.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Program “Cerdas dan Sehat Bareng Biyunge” mengangkat peran ibu sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi yang sehat dan berkarakter.
“Kami ingin anak-anak Kebumen tumbuh sehat, cerdas, dan berakhlak dengan pendampingan penuh dari orang tua. Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Melalui program ini, kami memastikan layanan kesehatan dan pendidikan yang layak dapat diakses secara cepat dan merata, dari balita hingga lansia,” ujar Bupati.
Program ini terlaksana berkat kolaborasi lintas sektor antara Dinkes PPKB, RSUD Prembun, Baznas, PMI, serta pemerintah desa setempat. Dengan pendekatan jemput bola, Pemkab Kebumen berharap derajat kesehatan masyarakat terus meningkat menuju Kebumen yang lebih sejahtera.(*)












