![]() |
KEBUMEN, (seputarkebumen.com)- Gemuruh dentuman alutsista pertahanan udara menggetarkan pesisir pantai Setrojenar, Buluspesantren, Kebumen. Dalam ajang Latihan Menembak Senjata Berat (Latbakjatrat) Terintegrasi, prajurit Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI AD kembali membuktikan ketangguhannya sebagai perisai tangguh penjelajah langit Nusantara, Rabu (21/10/2026).
Selama tiga hari berturut-turut (19–21 Oktober 2026), Pussenarhanud menguji kesiapsiagaan prajurit dan keandalan sistem pertahanan udara modern. Berbagai alutsista canggih diturunkan untuk mendeteksi, menjejak, hingga mengeksekusi sasaran udara secara terpadu.
Hasilnya memukau. Seluruh target drone yang mensimulasikan serbuan udara musuh berhasil dihancurkan secara presisi di udara sebelum menyentuh daratan.
Danpussenarhanud, Mayor Jenderal TNI R. Edi Setiawan, menegaskan bahwa latihan ini merupakan benteng harga diri dan wujud nyata kesiapan TNI menghadapi dinamika ancaman udara masa kini.
"Setiap peluru yang ditembakkan adalah wujud sumpah prajurit untuk menjaga kedaulatan langit NKRI. Arhanud harus selalu siap sedia, sigap, dan mampu sapu bersih setiap ancaman di udara," tegas Mayjen TNI R. Edi Setiawan.
Lewat latihan terintegrasi ini, Pussenarhanud memastikan bahwa langit Indonesia akan selalu dijaga oleh prajurit-prajurit profesional yang siap menjadi garda terdepan pertahanan negara. (*)






