Tebar Kepedulian, Ketua KONI Kebumen Santuni 1.000 Anak Yatim dan Warga Dhuafa


Bupati Lilis Nuryani saat memberikan santunan kepada warga Desa Kebulusan. (Ft ist) 
KEBUMEN, (seputarkebumen.com)-Kepedulian terhadap anak yatim dan warga kurang mampu ditunjukkan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kebumen, Zubair Syamsu, dengan menyalurkan santunan kepada 1.000 anak yatim dan warga dhuafa di Desa Kebulusan, Kecamatan Pejagoan, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan sosial yang berlangsung di kediaman Zubair tersebut menjadi momentum untuk mempererat kepedulian dan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Acara juga diisi dengan pengajian bersama Habib Rizal Al Athos.

Zubair berharap kegiatan berbagi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Menurutnya, santunan ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Kebumen, Lilis Nuryani. Ia menilai kepedulian yang ditunjukkan Ketua KONI Kebumen dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat berbagi dan membantu sesama.

Lilis mengingatkan bahwa kepedulian sosial tidak harus menunggu seseorang memiliki kelebihan materi. Menurutnya, bantuan sekecil apa pun akan berarti bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan.

“Kepedulian tidak harus menunggu kita berkecukupan. Berbagi sesuai kemampuan dan membantu tetangga yang kesulitan bisa memberi manfaat nyata bagi sesama. Jika semangat ini tumbuh di tengah masyarakat, Kebumen akan semakin kuat dalam gotong royong,” ujar Lilis.

Ia juga mengajak masyarakat Desa Kebulusan untuk terus menjaga kerukunan serta membangun kebiasaan saling membantu dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Lilis, semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar merupakan modal penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Dengan saling memperhatikan dan membantu, beban warga yang mengalami kesulitan diharapkan dapat diringankan.

Santunan kepada 1.000 anak yatim dan warga dhuafa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Semangat berbagi diharapkan terus tumbuh dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut berkontribusi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.(*)