Krisis Stok Darah di Kebumen, Polres Gelar Aksi Donor Sambut HUT Humas Polri

Anggota Polres Kebumen melakukan aksi donor darah dalam rangka Menyambut Hari Jadi Humas Polri ke-75.(ft ist) 
KEBUMEN, (seputarkebumen.com)-Menyambut Hari Jadi Humas Polri ke-75, Polres Kebumen tidak hanya merayakannya dengan seremonial, tetapi juga lewat aksi nyata kemanusiaan. Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kebumen, jajaran kepolisian menggelar aksi donor darah masal untuk membantu menyelamatkan nyawa para pasien yang membutuhkan, Selasa (20/10/2026).

Kapolres Kebumen, AKBP Rachmad C. Yusuf, menegaskan bahwa kepedulian sosial adalah inti dari pelayanan Polri kepada masyarakat. Aksi donor darah ini diharapkan dapat menambah pasokan pasokan darah yang kian terbatas di rumah sakit.

"Kegiatan ini adalah wujud kepedulian Polri terhadap kebutuhan mendasar masyarakat. Kami berharap langkah kecil ini bisa memantik semangat dan menginspirasi lebih banyak warga Kebumen untuk rutin mendonorkan darah secara sukarela," ujar AKBP Rachmad.

PMI Kebumen: "Manusia Adalah Pabrik Darah"

Langkah cepat Polres Kebumen mendulang apresiasi tinggi dari PMI. Dokter Fungsional PMI Kabupaten Kebumen, dr. Cahyo Widianto, mengungkapkan betapa berharganya setiap tetes darah yang disumbangkan oleh jajaran kepolisian dan masyarakat umum.

"Apapun bentuk kegiatan donor darah dari Polri, itu sangat membantu kami. Kami tentu sangat merindukan tingginya partisipasi donor sukarela dari masyarakat," tutur dr. Cahyo.

Ia menjelaskan, proses pencocokan darah (crossmatch) dari donor ke penerima bukanlah hal yang mudah. Meski golongan darahnya sama, belum tentu cocok saat diuji laboratorium. Karena itu, makin banyak stok darah yang tersedia, makin tinggi peluang petugas menemukan darah yang benar-benar cocok dan aman bagi pasien.

"Apalagi proses pengolahan darah dari awal kantong diambil hingga siap disalurkan memakan waktu 4 sampai 5 jam. Jadi ketersediaan stok yang aman adalah kunci utama penyelamatan," tambahnya.

Butuh 125 Kantong Darah Per Hari, Stok A, O, dan B Menipis

Saat ini, PMI Kebumen memicu 'alarm' imbauan karena persediaan darah untuk Golongan A, O, dan B membutuhkan tambahan mendesak.

Bayangkan saja, sebanyak 13 rumah sakit di seluruh wilayah Kebumen membutuhkan sekitar 125 kantong darah setiap hari, atau mencapai 45.200 kantong darah dalam setahun. Angka ini merupakan tantangan besar jika tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk rutin berdonor.

Dalam pesan tersiratnya yang menyentuh, dr. Cahyo mengingatkan pentingnya tenggang rasa antar sesama manusia.

"Bayangkan jika keluarga terdekat kita sendiri yang tiba-tiba butuh darah emergency. Apa yang kita harapkan? Tentu kita ingin darah itu langsung tersedia di PMI. Masalahnya, apakah ada pabrik pembuat darah? Pabrik darah itu adalah kita, manusia. Jawabannya ada di tangan kita sendiri," pungkas dr. Cahyo.

Untuk memudahkan warga yang ingin memantau jadwal donor atau mengecek ketersediaan stok darah secara real-time, PMI Kebumen mengajak masyarakat untuk bergabung dalam saluran saluran WhatsApp resmi P2D2S UPD PMI Kebumen.

Menutup keterangannya, dr. Cahyo juga menyampaikan ucapan selamat dan apresiasinya kepada jajaran kepolisian. "Untuk Humas Polri, selamat Hari Jadi ke-75. Tetap semangat, makin profesional, dan jaya selalu!" tutupnya.(*)