![]() |
| Dosen UNIMUGO Dr. Siti Mutoharoh, S.ST., MPH saat menyampaikan materi mengenai skrining kesehatan mental ibu hamil dan teknik _self-hypnosis.(ft ist) |
Kegiatan yang diikuti 23 kader kesehatan Desa Bocor ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengenali potensi permasalahan kesehatan mental pada ibu hamil. Melalui pelatihan tersebut, kader diharapkan mampu memberikan dukungan awal serta membantu menghubungkan ibu hamil dengan tenaga kesehatan profesional apabila ditemukan indikasi masalah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Pelatihan menghadirkan narasumber Dr. Siti Mutoharoh, S.ST., MPH., yang menyampaikan materi mengenai skrining kesehatan mental ibu hamil dan teknik self-hypnosis. Kedua materi tersebut menjadi bekal bagi para kader untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi psikologis ibu hamil di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga mengikuti praktik langsung. Para kader diperkenalkan dengan instrumen Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), yakni alat skrining yang dapat membantu mengidentifikasi risiko gejala depresi pada perempuan selama masa perinatal.
Melalui praktik tersebut, kader memperoleh pemahaman mengenai cara menggunakan instrumen skrining sekaligus pentingnya memperhatikan kondisi emosional ibu hamil. Hasil skrining bukan merupakan diagnosis medis, sehingga ibu hamil yang menunjukkan indikasi permasalahan kesehatan mental tetap perlu mendapatkan penilaian lebih lanjut dari bidan atau tenaga kesehatan profesional.
Selain skrining, peserta juga mengikuti latihan self-hypnosis sebagai salah satu teknik relaksasi yang dapat dipelajari untuk membantu mengelola ketegangan dan meningkatkan ketenangan diri. Teknik ini diharapkan dapat menjadi pengetahuan tambahan bagi kader saat memberikan edukasi kepada ibu hamil, dengan tetap memperhatikan kebutuhan dan kondisi masing-masing individu.
Sepanjang kegiatan, para kader tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka berpartisipasi aktif dalam praktik skrining maupun latihan self-hypnosis, sehingga pelatihan tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga kesempatan untuk memperoleh pengalaman langsung.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bidan Desa Bocor, Munfainah, Amd.Keb., serta Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Buluspesantren, Sugiaty, Amd.Keb. Kehadiran unsur tenaga kesehatan dan pemerintah kecamatan menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya peningkatan kesehatan ibu hamil di tingkat masyarakat.
Dukungan berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program. Dengan adanya sinergi antara perguruan tinggi, kader kesehatan, tenaga kesehatan, dan pemerintah setempat, upaya mengenali serta merespons kebutuhan dukungan psikologis ibu hamil dapat dilakukan secara lebih terarah.
Pelaksanaan program pengabdian ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Kebidanan UNIMUGO. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari proses pembelajaran langsung di tengah masyarakat, khususnya dalam bidang edukasi kesehatan, pemberdayaan kader, serta pelaksanaan upaya promotif dan preventif di bidang kebidanan.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman akademis, tetapi juga berkesempatan mengenal secara langsung peran tenaga kesehatan dan masyarakat dalam mendukung kesejahteraan ibu hamil.
Program Kader Siaga Mental Ibu Hamil diharapkan mampu memperkuat peran kader sebagai pendamping awal yang dapat membangun komunikasi empatik, mengenali kebutuhan dukungan psikologis, serta mendorong ibu hamil memperoleh pelayanan yang sesuai.
![]() |
| Peserta pelatihan berfoto bersama seusai acara.(ft ist) |
Kader juga dibekali pemahaman mengenai batas kewenangannya. Mereka berperan dalam memberikan edukasi, melakukan skrining sesuai pelatihan, serta membantu proses rujukan, bukan menetapkan diagnosis atau menggantikan peran tenaga kesehatan profesional.
Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Gombong melalui Program Studi Kebidanan menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan perhatian terhadap kesehatan mental ibu hamil.
Dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan kader, diharapkan tercipta lingkungan masyarakat yang semakin peduli terhadap kesejahteraan psikologis ibu hamil. Dukungan keluarga, kader, dan tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam mewujudkan kehamilan yang sehat, baik secara fisik maupun mental.(*)







