BPR Araya Arta Perkuat Manajemen Perubahan melalui Literasi Keuangan bagi Dawis dan PKK


BPR ARAYA ARTA memberikan literasi dan Inklusi keuangan kepada kelompok Darmawisata dan PKK.(ft ist) 

KEBUMEN, (seputarkebumen.com)- BPR Araya Arta terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah dan masyarakat melalui program literasi dan inklusi keuangan yang menyasar kelompok Dasawisma (Dawis) dan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Program ini menjadi langkah strategis untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai layanan perbankan, membangun kebiasaan menabung, serta meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pengelolaan keuangan keluarga secara sehat.


Melalui kegiatan edukasi yang dilakukan secara langsung, BPR Araya Arta berupaya mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membuat informasi mengenai produk dan layanan keuangan lebih mudah dipahami, sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan layanan keuangan formal sesuai kebutuhan.


Program literasi dan inklusi keuangan ini dirancang sebagai kegiatan rutin yang dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam setiap semester. Pelaksanaannya dilakukan melalui pertemuan bersama kelompok Dawis dan ibu-ibu PKK, dengan materi yang disampaikan secara langsung oleh tim marketing BPR Araya Arta.


Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi mengenai perbankan, tetapi juga membuka ruang komunikasi antara pihak bank dan masyarakat. Melalui interaksi secara langsung, masyarakat dapat memperoleh penjelasan mengenai layanan keuangan, sedangkan pihak bank berkesempatan memahami kebutuhan, kendala, dan harapan calon nasabah maupun nasabah yang telah menggunakan layanan perbankan.


Perencanaan Terarah dan Edukasi Berkelanjutan


Agar pelaksanaannya berjalan secara terarah, penentuan lokasi kegiatan dilakukan melalui musyawarah dalam agenda Rencana Bisnis Bank (RBB) pada akhir tahun. Perencanaan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kegiatan literasi dan inklusi keuangan berlangsung secara terjadwal, terukur, dan berkelanjutan.


Dengan perencanaan tersebut, jangkauan edukasi diharapkan semakin luas sehingga lebih banyak kelompok masyarakat memperoleh pemahaman mengenai layanan keuangan formal.


Materi yang diberikan mencakup pengenalan Lembaga Jasa Keuangan (LJK), khususnya sektor perbankan, termasuk fungsi dan manfaat bank dalam mendukung kebutuhan finansial masyarakat. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya mengelola pendapatan secara bijak, menyusun anggaran rumah tangga, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan.


Edukasi tersebut relevan dengan kehidupan sehari-hari, terutama bagi keluarga yang perlu mengatur pengeluaran rumah tangga agar tetap seimbang dengan pendapatan. Pengelolaan keuangan yang terencana dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan pokok, mempersiapkan kebutuhan masa depan, sekaligus mengantisipasi pengeluaran tidak terduga.


Selain memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, tim marketing BPR Araya Arta juga memperkenalkan akses terhadap produk dan layanan perbankan, termasuk produk tabungan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.


Melalui pengenalan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami pentingnya menabung, tetapi juga terdorong membangun kebiasaan menyisihkan pendapatan secara rutin. Kebiasaan ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ketahanan keuangan keluarga dan mempersiapkan kebutuhan pada 

masa mendatang.


Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Investasi Ilegal


Salah satu materi penting dalam kegiatan literasi keuangan tersebut adalah edukasi mengenai investasi legal dan ilegal. Materi ini diberikan untuk membantu masyarakat memahami pentingnya memeriksa legalitas lembaga atau penyelenggara investasi sebelum memutuskan menempatkan dana.


Peserta diajak mengenali ciri-ciri penawaran investasi yang patut diwaspadai, terutama tawaran keuntungan yang tidak masuk akal, janji imbal hasil tinggi dalam waktu singkat, serta penawaran yang tidak disertai informasi dan kejelasan legalitas.


Masyarakat juga didorong untuk melakukan pemeriksaan melalui sumber resmi sebelum mengambil keputusan terkait investasi. Langkah ini penting agar masyarakat tidak mudah tergiur oleh penawaran yang berpotensi menimbulkan kerugian finansial.


Edukasi tersebut menjadi bagian penting dari peningkatan literasi keuangan karena pemahaman masyarakat tidak cukup hanya terbatas pada cara menabung atau menggunakan produk perbankan. 


Masyarakat juga perlu memiliki kemampuan untuk mengenali risiko, mengambil keputusan keuangan secara rasional, serta melindungi diri dari praktik investasi ilegal.


Dengan demikian, kegiatan literasi keuangan diharapkan dapat membantu membentuk perilaku finansial yang lebih bijak, aman, dan 

bertanggung jawab.


Mahasiswi Magister Manajemen: Pendekatan Langsung Membuat 

Pelayanan Lebih Tepat Sasaran


Rizkania Rifta Perdani, mahasiswi Magister Manajemen Universitas Putra Bangsa Kebumen, menilai program literasi dan inklusi keuangan yang dilakukan BPR Araya Arta merupakan langkah positif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah dan masyarakat.


Menurutnya, pemilihan kelompok Dawis dan ibu-ibu PKK sebagai sasaran edukasi merupakan pendekatan yang relevan. Kelompok tersebut memiliki peran penting dalam pengelolaan keuangan rumah tangga sekaligus berpotensi menjadi perantara penyebaran informasi keuangan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.


“Menurut saya, kegiatan ini sangat baik karena pelayanan perbankan tidak hanya berfokus pada penyediaan produk dan layanan, tetapi juga pada upaya memahami kebutuhan masyarakat melalui edukasi yang berkelanjutan,” ungkap Rizkania dalam pandangannya.


Ia menilai, pertemuan rutin yang dilakukan secara langsung dapat membantu pihak bank menyampaikan informasi dengan bahasa yang lebih mudah dipahami masyarakat. Pada saat yang sama, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk mengenalkan produk tabungan yang sesuai dengan kebutuhan serta meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat.


Menurut Rizkania, edukasi tentang kewaspadaan terhadap investasi ilegal juga menjadi nilai tambah dalam kegiatan tersebut. Masyarakat tidak hanya memperoleh informasi mengenai layanan perbankan, tetapi juga dibekali pemahaman untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan finansial.


Dengan pendekatan seperti ini, pelayanan perbankan diharapkan menjadi lebih tepat sasaran, bermanfaat, dan berorientasi pada kebutuhan nasabah.


Komunikasi Dua Arah Menjadi Kunci Membangun Kepercayaan


Lebih lanjut, Rizkania berpandangan bahwa kegiatan literasi dan inklusi keuangan yang dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan dapat menjadi sarana bagi bank untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat.


Menurutnya, komunikasi dua arah memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Bank tidak hanya bertugas menyampaikan informasi mengenai produk dan layanan, tetapi juga perlu memahami kebutuhan, kendala, serta harapan masyarakat terhadap layanan perbankan.


Melalui komunikasi yang terbuka, masyarakat memiliki kesempatan untuk memperoleh penjelasan secara langsung, sedangkan pihak bank dapat mengidentifikasi kebutuhan finansial yang berkembang di lingkungan masyarakat.


Pendekatan tersebut dapat mendukung terciptanya hubungan yang lebih baik antara lembaga keuangan dan nasabah. Kepercayaan masyarakat diharapkan tumbuh seiring dengan tersedianya informasi yang jelas, edukasi yang mudah dipahami, serta pelayanan yang memperhatikan kebutuhan pengguna.


Dalam konteks peningkatan kualitas pelayanan, literasi dan inklusi keuangan dengan demikian tidak hanya dipandang sebagai kegiatan sosialisasi, tetapi juga sebagai upaya membangun hubungan jangka panjang antara bank dan masyarakat.


Dorong Akses Keuangan dan Kesejahteraan Masyarakat


Melalui program ini, BPR Araya Arta diharapkan dapat terus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan perbankan sekaligus mendorong pemanfaatan layanan keuangan formal secara lebih luas.

Kelompok Dawis dan ibu-ibu PKK menjadi mitra strategis dalam menyebarluaskan pengetahuan keuangan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Informasi mengenai pengelolaan keuangan, kebiasaan menabung, serta kewaspadaan terhadap investasi ilegal diharapkan tidak berhenti pada peserta kegiatan, tetapi juga diteruskan kepada anggota keluarga dan lingkungan sekitarnya.


Pelaksanaan program secara rutin dengan materi yang relevan menjadi bagian dari upaya memperkuat kedekatan BPR Araya Arta dengan masyarakat. Melalui pendekatan yang komunikatif dan edukatif, perusahaan berupaya meningkatkan minat menabung sekaligus membantu masyarakat memahami manfaat penggunaan layanan keuangan formal.


Pada akhirnya, keberhasilan literasi dan inklusi keuangan tidak hanya diukur dari seberapa banyak masyarakat mengenal produk perbankan, tetapi juga dari meningkatnya pemahaman dalam mengambil keputusan keuangan yang tepat, mengelola pendapatan secara terencana, serta menghindari risiko 

keuangan yang merugikan.


Melalui semangat “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera”, BPR Araya Arta berkomitmen mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya di wilayah Kebumen.


Upaya tersebut diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi nasabah dan masyarakat, memperkuat kepercayaan terhadap layanan perbankan, serta mendukung terbentuknya keluarga yang lebih mandiri dan tangguh secara finansial.(*) 


Penulis: Rizkania Rifta Perdani
Mahasiswi Magister Manajemen, Universitas Putra Bangsa Kebumen