Tradisi Berbalut Kepedulian: Kelenteng Kong Hwie Kiong Kebumen Bagikan Ribuan Paket Sembako dalam Ritual Sembahyang Rebutan


Warga menerima bantuan paket sembako dari pengurus Kelenteng Kong Hwie Kiong Kebumen.(ft ist) 

KEBUMEN, (seputarkebumen.com)- Suasana penuh khidmat sekaligus kehangatan berbagi mewarnai Kelenteng Kong Hwie Kiong Kebumen saat menggelar tradisi tahunan Sembahyang Rebutan (King Hoo Peng), Kamis (27/8). Ritual penghormatan kepada arwah leluhur yang jatuh setiap tanggal 15 bulan ketujuh penanggalan Tionghoa ini tidak sekadar menjadi prosesi spiritual, tetapi juga pesta kepedulian sosial yang mempererat tali persaudaraan warga setempat.

Halaman kelenteng tampak semarak dengan jajaran meja panjang yang dipenuhi aneka sajian buah, kue tradisional, serta wangi dupa yang membumbung tinggi. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah, perwakilan Polres Kebumen, serta tokoh masyarakat Tionghoa Sugeng Budiawan.

Ketua Yayasan Kelenteng Kong Hwie Kiong, Henki Halim, menjelaskan bahwa dalam kepercayaan Umat Tionghoa, bulan ketujuh merupakan momen dibukanya pintu alam gaib sehingga roh-roh leluhur maupun arwah yang terlantar berkeliaran di dunia manusia.

“Tujuan utama sembahyang rebutan ini adalah untuk memberi penghormatan, memberi makan roh-roh yang kelaparan, sekaligus memohon berkah keselamatan,” tutur Henki.

Ia menambahkan, ritual ini membawa pesan universal tentang pentingnya kepedulian antarsesama. Semangat berbagi tersebut ditunjukkan secara nyata melalui pembagian ribuan paket sembako berupa beras dan mie instan yang didistribusikan kepada warga kurang mampu di sekitar 27 Rukun Tetangga (RT) wilayah Kelurahan Kebumen.

Pesan harmoni dan solidaritas ini juga ditekankan oleh Sugeng Budiawan, sesepuh Paguyuban Sedulur Kebumen sekaligus mantan Ketua Yayasan Kelenteng. Menurutnya, tradisi ini adalah bentuk tanggung jawab sosial Umat Tionghoa untuk terus merawat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Kebumen.

Prosesi pembagian bantuan berlangsung tertib dan kondusif berkat pengawasan ketat panitia serta aparat keamanan. Warga yang memegang kupon mengantre dengan teratur untuk menerima paket sembako.

Rasa syukur dipancarkan oleh para penerima manfaat. Maemunah, salah seorang warga lokal, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tahunan ini.

“Alhamdulillah dapat bantuan lagi. Ini sangat bermanfaat untuk kebutuhan keluarga sehari-hari. Hampir tiap tahun saya dapat, bahkan kali ini keluarga kami dapat dua paket karena anak saya juga memegang kupon,” ujarnya gembira.

Melalui perpaduan antara spiritualitas, penghormatan tradisi leluhur, dan aksi kepedulian nyata, Sembahyang Rebutan di Kelenteng Kong Hwie Kiong kembali membuktikan bahwa warisan budaya mampu menjadi jembatan penentu harmoni dan perekat solidaritas lintas latar belakang di Kabupaten Kebumen.(*)