Memikat Pasar Global, Kebumen Travel Mart 2026 Siap Digelar di Benteng Van der Wijck


Acara sosialisasi bersama insan media di Sasana Pambiwara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kebumen.(ft ist) 
KEBUMEN, (seputarkebumen.com)- Panitia Kebumen Travel Mart (KTM) 2026 menggelar sosialisasi bersama insan media di Sasana Pambiwara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kebumen, Kamis (6/8/2026). Langkah ini menjadi upaya strategis untuk memperkuat publikasi menjelang perhelatan agenda pariwisata terbesar di Kabupaten Kebumen tersebut.

​Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Diskominfo Wahyu Siswanti, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Frans Haidar, Kepala Badan Kesbangpol Widiatmoko, Ketua KTM Wahid Supriyadi, serta Ketua Umum IWAK WALET MAS Kebumen Mayjen (Purn) Ibnu Darmawan beserta jajaran jurnalis lokal.

​Ketua Kebumen Travel Mart, Wahid Supriyadi, menegaskan bahwa Kebumen memiliki potensi alam, budaya, kuliner, dan ekonomi kreatif yang amat melimpah. Namun, besarnya potensi tersebut membutuhkan penetrasi promosi yang lebih masif melalui kolaborasi lintas sektor—mulai dari pemerintah, pelaku usaha, komunitas, hingga media.

​"Melalui Kebumen Travel Mart 2026 yang akan berlangsung pada 27–29 Agustus mendatang, kami menghadirkan platform yang mempertemukan seller dan buyer pariwisata. Ini bukan sekadar pameran, melainkan ajang memperluas jaringan bisnis, membuka peluang kerja sama, dan memicu lonjakan kunjungan wisatawan ke Kebumen," ujar Wahid.

​Berbeda dari travel mart pada umumnya yang kerap digelar di hotel, KTM 2026 mengambil lokasi megah di Benteng Van der Wijck—satu-satunya benteng segi delapan di Indonesia sekaligus ikon sejarah kebanggaan Kebumen.

​"Kami memilih tempat ini agar peserta merasakan sensasi dan pengalaman bersejarah yang berbeda," tambah Wahid.

​Antusiasme peserta pun melampaui ekspektasi. Dari target awal 200 seller, panitia membatasinya menjadi 150 peserta agar interaksi bisnis berjalan lebih presisi dan optimal. Hingga kini, sebanyak 145 seller telah resmi terdaftar, mencakup pengelola destinasi, hotel, restoran, transportasi, hingga UMKM dari Kebumen, Jateng, dan DIY.

​Sementara itu, jajaran buyer tidak hanya datang dari berbagai penjuru Indonesia, tetapi juga mancanegara. Tercatat 15 buyer asal Malaysia telah menyelesaikan pendaftaran, disusul rombongan 16 peserta asal Kalimantan yang tertarik menggalakan potensi Geopark Kebumen. Tak ketinggalan, pelaku bisnis dari Uzbekistan, Thailand, dan Brunei Darussalam juga siap meramaikan ajang ini.

​KTM 2026 dirancang dengan memadukan pendekatan Business to Business (B2B) dan Business to See (B2S):

​Hari Pertama (B2B Meeting): Sesi table top / business matching yang menghubungkan seller dan buyer. Menariknya, paket wisata Kebumen turut dikoneksikan dengan destinasi Yogyakarta untuk memberikan pilihan rute perjalanan yang lebih kaya bagi wisatawan.

​Hari Kedua (Gombong Heritage Walk): Para buyer diajak mengikuti walking tour melintasi kawasan bersejarah Gombong untuk mengenali nilai budaya secara langsung.

​Hari Ketiga (Fam Trip): Eksplorasi destinasi wisata alam Kebumen guna memudahkan buyer dalam merancang dan memasarkan paket wisata unggulan.

​Bagi masyarakat umum, panitia menyajikan konsep B2S dengan dua panggung utama (UMKM dan Hiburan). Rangkaian acara publik ini dimeriahkan oleh kirab budaya, pertunjukan musik, magic show, kesenian ebeg, hingga senam massal yang diproyeksikan diikuti oleh 5.000 peserta.

​Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen, Frans Haidar, menyambut positif perhelatan ini sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi lokal, mulai dari sektor homestay, kuliner, hingga produk UMKM.

​"KTM 2026 menjadi momentum untuk melahirkan berbagai variasi paket wisata baru, termasuk paket wisata edukasi bagi pelajar. Kami mengimbau masyarakat untuk bersiap menjadi tuan rumah yang ramah dan hangat bagi para wisatawan," tuturnya.

​Meski begitu, Frans tidak menampik masih adanya tantangan infrastruktur, seperti akses jalan menuju beberapa destinasi favorit (seperti Pantai Menganti) yang belum sepenuhnya dapat dijangkau armada bus besar. Kendati demikian, ia optimistis KTM 2026 akan menjadi pijakan baru bagi kebangkitan pariwisata dan perekonomian Kebumen secara berkelanjutan.(*)