Sentuhan Spiritual dan Sosial: Pendopo Gunungan Desa Bocor Resmi Jadi Wadah Tarekat sekaligus ‘PASEBAN’ Warga

Pendopo Gunungan di Dusun Ragayudan Desa Bocor Kecamatan Buluspesantren.(ft ist) 

BULUSPESANTREN, (seputarkebumen.com)- Dusun Ragayudan, Desa Bocor, kini resmi memiliki ikon baru yang unik. Sebuah tempat yang dirancang khusus untuk menyatukan sisi spiritualitas keagamaan sekaligus ruang interaksi sosial masyarakat: Pendopo Gunungan.

​Pendopo ini resmi dibuka untuk umum pada Minggu (12/7). Tak tanggung-tanggung, peresmiannya dihadiri langsung oleh Rais 'Aam JATMAN, KH Achmad Chalwani Nawawi, bersama Bupati Kebumen, Lilis Nuryani.

​Bagi warga setempat, bangunan ini akan berfungsi ganda sebagai oase baru. Selain menjadi Majelis Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah, tempat ini juga diplot sebagai "PASEBAN"—singkatan dari Pusat Aspirasi, Solusi, dan Edukasi Bauran Warga.

​Prosesi peresmiannya pun dilakukan lewat dua simbolis yang kuat. KH Achmad Chalwani Nawawi meresmikan fungsinya sebagai Majelis Tarekat, sementara Bupati Lilis Nuryani meresmikannya sebagai PASEBAN ruang publik.

​Sularso, selaku tuan rumah sekaligus inisiator berdirinya Pendopo Gunungan, mengungkapkan bahwa bangunan ini merupakan wujud kontribusi nyata masyarakat untuk kemajuan lingkungan mereka sendiri.

​"Pendopo ini menjadi wadah kegiatan spiritual bagi para santri dan jamaah tarekat. Sementara sebagai PASEBAN, tempat ini terbuka lebar bagi warga untuk berkumpul, menyampaikan aspirasi, mencari solusi atas berbagai permasalahan, hingga menjadi sarana edukasi bersama," jelas Sularso.

​Terkait kehadiran Bupati, Sularso mengaku mengundangnya secara khusus karena hubungan kekeluargaan yang sudah terjalin erat sejak lama. "Hubungan kami dengan Ibu Bupati sudah seperti keluarga sejak sebelum beliau menjabat. Kehadiran beliau hari ini adalah wujud nyata apresiasi pemerintah terhadap inisiatif mandiri warga," tambahnya.

​Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat gotong royong warga Dusun Ragayudan. Beliau menekankan pentingnya merawat aset ini agar bisa memberikan manfaat yang berkelanjutan.

​"Pendopo ini adalah bukti nyata bahwa jika masyarakat memiliki tujuan yang sama, banyak hal hebat dapat diwujudkan. Saya berharap tempat ini semakin menghidupkan kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat," tutur Bupati Lilis.

​Menariknya, momen ini juga dimanfaatkan Bupati untuk membawa angin segar bagi warga terkait pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut. Ia memaparkan beberapa proyek jalan yang telah rampung, seperti ruas jalan Bocor–Kejayan, Jatisari–Bocor, serta Muktisari–Bocor.

​Tidak berhenti di situ, Bupati menyampaikan bahwa ruas Jalan Arjowinangun–Banjurmukadan serta Adikarso–Sangubanyu saat ini sudah memasuki proses tender.

​"Pembangunan infrastruktur adalah proses panjang. Kami terus memastikan setiap pekerjaan berjalan sesuai rencana agar akses mobilitas warga, kelancaran ekonomi, hingga pendidikan anak-anak di Kebumen Selatan dapat semakin baik," pungkasnya optimis.(*) 

Flyer Informasi