![]() |
| Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono didampingi Bupati Kebumen Lilis Nuryani saat meresmikan jembatan Garuda di Desa Blengorkulon, Kecamatan Ambal.(ft ist) |
AMBAL, (seputarkebumen.com)- Rasa bahagia dan lega pecah di Desa Blengorkulon. Setelah bertahun-tahun bertaruh nyawa di atas jembatan rapuh, warga Ambal dan Mirit akhirnya punya jembatan baru yang layak.
Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono secara resmi meresmikan Jembatan Garuda, Sabtu di atas Sungai Sidandang, Desa Blengorkulon, Kecamatan Ambal.
Jembatan beton sepanjang 15 meter dan lebar 2 meter ini bukan sekadar penghubung. Ia menjadi urat nadi baru antara Desa Blengorkulon, Ambal dengan Desa Wirogaten, Mirit. Sekitar 3.000 warga kini bisa ke pasar, sekolah, dan ladang tanpa rasa takut.
Kepala Desa Blengorkulon, Kuwat, tak bisa menyembunyikan harunya.
"Dulu jembatan ini sempit dan rusak parah. Sudah 10 warga jatuh ke sungai bersama motornya. Tapi mau bagaimana lagi, ini satu-satunya jalan terdekat ke pasar dan sekolah," kenang Kuwat.
Ia mewakili warga Blengorkulon dan Wirogaten menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto. "Terima kasih Pak Presiden. Negara akhirnya hadir untuk kami," ujarnya.
Danrem 072 menjelaskan, Jembatan Garuda adalah bagian dari program pembangunan infrastruktur nasional Presiden Prabowo Subianto di Kebumen.
"Di Kebumen ada 10 titik pembangunan jembatan. Alhamdulillah 5 titik sudah selesai, terdiri dari 1 jembatan bailey dan 4 jembatan beton. 5 titik lainnya masih dikebut," kata Brigjen Yuniar.
Menurutnya, sinergi TNI, Polri, dan pemerintah daerah adalah kunci agar kesejahteraan masyarakat benar-benar terasa sampai ke desa.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengamini. "Ini dampaknya besar sekali. Petani bisa lebih cepat bawa hasil panen, anak-anak bisa lebih aman ke sekolah. Sekali lagi terima kasih atas perhatian pemerintah pusat," kata Bupati Lilis.
Acara peresmian turut dihadiri Dandim 0709/Kebumen Letkol Inf Eko Majlistyawan, Forkopimcam Ambal, dan ratusan warga.
Sebagai bentuk kepedulian, diserahkan juga 20 paket sembako dan 250 bibit pohon alpukat kepada warga sekitar.
Dengan diresmikannya Jembatan Garuda, satu mimpi buruk warga Kebumen selatan resmi berakhir. Kini yang tersisa hanya harapan baru untuk melangkah lebih cepat dan lebih aman.(*)








