![]() |
| Peserta JKN Supandi (69), warga Kabupaten Kebumen.(ft ist) |
Supandi yang merupakan peserta JKN dari segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) mengaku telah berkali-kali merasakan manfaat program tersebut. Selain menjalani perawatan akibat patah tulang, ia juga rutin mendapatkan layanan pengobatan untuk penyakit bronkitis kronis yang telah lama dideritanya.
Terdaftar di Puskesmas Kebumen III sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), Supandi menilai proses pelayanan kesehatan melalui JKN berlangsung mudah, cepat, dan tidak memberatkan secara finansial.
Ia menceritakan, musibah yang dialaminya terjadi pada Januari 2026. Saat itu dirinya terjatuh di depan rumah hingga tidak mampu berdiri karena merasakan nyeri hebat. Keluarga kemudian membawanya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Soedirman Kebumen.
Hasil pemeriksaan rontgen menunjukkan tulang yang patah sehingga ia harus menjalani perawatan inap selama beberapa hari.
"Awalnya saya terjatuh di depan rumah dan tidak bisa bangun karena terasa sangat sakit. Setelah diperiksa ternyata tulang saya patah. Alhamdulillah saya menggunakan JKN segmen PBI sehingga tidak mengeluarkan biaya sedikit pun selama pemeriksaan maupun perawatan di rumah sakit. Bantuan ini sangat berarti bagi kami," ujar Supandi.
Setelah diperbolehkan pulang, Supandi masih harus menjalani kontrol rutin setiap bulan di RSUD dr. Soedirman Kebumen untuk memantau proses penyembuhan tulangnya. Seluruh pelayanan yang diterimanya berjalan lancar tanpa kendala.
Sebelum mengalami patah tulang, Supandi juga telah lama menjalani pengobatan bronkitis kronis. Ia rutin menjalani kontrol di RSUD dr. Soedirman Kebumen dan pernah mendapatkan perawatan di RS PKU Muhammadiyah Sruweng.
Menurut pengakuannya, penyakit bronkitis kronis yang diderita merupakan dampak dari kebiasaannya merokok selama bertahun-tahun. Sejak didiagnosis mengidap penyakit tersebut, ia memutuskan berhenti merokok demi menjaga kesehatannya.
"Saya sudah beberapa kali menggunakan JKN untuk berobat maupun rawat inap. Selama menjadi peserta, saya tidak pernah diminta biaya tambahan. Pelayanannya juga sangat baik. Saya merasa diperlakukan sama seperti pasien lainnya," ungkapnya.
Pengalaman serupa juga dirasakan putranya, Syarif (41), yang selama ini setia mendampingi sang ayah menjalani pengobatan.
Menurut Syarif, pelayanan yang diberikan kepada peserta JKN tidak berbeda dengan pasien umum. Dokter, perawat, maupun petugas rumah sakit tetap memberikan pelayanan secara profesional tanpa membedakan status kepesertaan.
"Sebelum orang tua menjadi peserta JKN, kami pernah berobat sebagai pasien umum. Setelah menggunakan JKN dan beberapa kali mendampingi ayah menjalani rawat inap maupun kontrol, kami merasakan pelayanannya tetap sama. Semua petugas memberikan pelayanan dengan baik tanpa membedakan pasien," katanya.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Dina Diana Permata, mengatakan pengalaman yang dialami Supandi menjadi bukti nyata bahwa Program JKN mampu memberikan perlindungan kesehatan secara menyeluruh, terutama bagi peserta PBI JK yang iurannya dibayarkan pemerintah.
Menurut Dina, seluruh peserta JKN memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan sesuai indikasi medis dan ketentuan yang berlaku, tanpa adanya perbedaan perlakuan berdasarkan segmen kepesertaan.
"Kami berkomitmen memastikan setiap peserta JKN memperoleh pelayanan kesehatan yang mudah, cepat, dan setara. Tidak ada perbedaan pelayanan antara peserta JKN dengan pasien lainnya. Yang terpenting adalah peserta mengikuti alur pelayanan sesuai prosedur dan indikasi medis sehingga manfaat JKN dapat dirasakan secara optimal," jelas Dina.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif serta memanfaatkan layanan promotif dan preventif di fasilitas kesehatan tingkat pertama agar kondisi kesehatan dapat dipantau sejak dini.
"Kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya memiliki perlindungan kesehatan melalui Program JKN. Pengalaman Bapak Supandi menunjukkan bahwa ketika risiko kesehatan datang tanpa diduga, peserta dapat memperoleh pelayanan yang dibutuhkan tanpa harus terbebani biaya pengobatan. Di sisi lain, kami juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah terbaik dalam mencegah penyakit," pungkasnya.(*)








