![]() |
| Acara Tabligh Akbar Hari Ber-Muhammadiyah yang digelar di Kecamatan Sadang.(ft ist) |
Kegiatan yang dihadiri sekitar seribu warga ini berlangsung meriah dengan kehadiran Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Ketua PCM Gombong Ir. Mohammad Yahya Fuad, S.E., perwakilan Samsat Kebumen, KUA Sadang, Forkopimcam, jajaran OPD, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), serta Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Kebumen.
Ketua PCM Sadang, Bilaludin, menjelaskan bahwa kerja sama dengan Samsat Kebumen melalui program Samsat Corporate menjadi salah satu terobosan untuk mempermudah masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor tanpa harus pergi ke pusat kota.
"Program ini diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan mudah bagi masyarakat Kecamatan Sadang," ujarnya.
Selain menghadirkan layanan publik, PCM Sadang juga terus membenahi administrasi aset wakaf. Dari 29 bidang tanah yang sedang diproses, sebanyak 17 bidang kini telah resmi mengantongi sertifikat.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis sertifikat perizinan Majelis Hari Ber-Muhammadiyah serta sertifikat tanah aset Muhammadiyah sebagai bentuk penguatan legalitas organisasi.
Di sektor pendidikan, Bilaludin mengungkapkan bahwa pembangunan gedung kedua sekolah dasar Muhammadiyah telah rampung pada pekan lalu. Sementara di bidang kesehatan, PCM Sadang tengah mempersiapkan pendirian Klinik Muhammadiyah untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang hingga kini belum memiliki fasilitas perawatan inap di wilayah tersebut.
Menurutnya, bangunan klinik telah tersedia. Namun, operasionalnya masih menunggu terpenuhinya tenaga dokter sebagai syarat penerbitan izin. PCM Sadang menargetkan klinik tersebut dapat mulai beroperasi pada tahun ini.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani memberikan apresiasi atas kontribusi Muhammadiyah yang dinilai konsisten mendukung pembangunan daerah melalui pendidikan, pelayanan kesehatan, kegiatan sosial, hingga dakwah.
"Sadang memiliki potensi alam yang indah serta masyarakat yang masih memegang kuat nilai-nilai keislaman dan semangat gotong royong. Ini menjadi modal besar untuk terus berkembang," ujar Lilis.
Tabligh Akbar tersebut juga menghadirkan Rektor UNIMUGO, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., sebagai penceramah utama. Dalam tausiyahnya, ia mengajak masyarakat untuk terus menuntut ilmu, memperkuat persatuan, dan menghindari perpecahan antarkelompok.
Prof. Sofyan mengisahkan bahwa dirinya lahir dari keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU). Menurutnya, KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy'ari memiliki semangat yang sama dalam memajukan umat Islam dan bangsa Indonesia.
Ia juga mengapresiasi kehadiran warga NU dalam kegiatan tersebut sebagai wujud ukhuwah Islamiyah yang harus terus dijaga. Menurutnya, kerukunan umat dan kualitas pendidikan generasi muda merupakan fondasi utama bagi kemajuan suatu daerah.(*)








