Diduga Alat Pemanas Bocor, Kandang Ayam di Padureso Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp750 Juta

 

Kondisi kandang ayam di Dukuh Krajan II, Desa Pejengkolan, Kecamatan Padureso yang ludes terbakar api.(ft ist) 
PADURESO, (seputarkebumen.com)- Sebuah kandang ayam di Dukuh Krajan II, Desa Pejengkolan, Kecamatan Padureso, Kabupaten Kebumen, ludes dilalap api pada Minggu (12/7/2026) dini hari. Kebakaran yang diduga dipicu kebocoran alat pemanas (Gasolek) tersebut mengakibatkan kerugian material diperkirakan mencapai Rp750 juta.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Kobaran api dengan cepat membesar hingga menghanguskan bangunan kandang beserta seluruh isinya. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan, hasil pemeriksaan awal menunjukkan sumber api diduga berasal dari kebocoran alat pemanas Gasolek yang menggunakan tabung gas.

"Peristiwa ini diduga dipicu kebocoran pada alat pemanas Gasolek. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp750 juta," ujar AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.

Kandang ayam yang terbakar diketahui milik Dwi Susilo, warga Desa Pejengkolan, Kecamatan Padureso. Laporan kejadian diterima polisi sekitar pukul 06.00 WIB. Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Padureso segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan, berkoordinasi dengan pihak terkait, sekaligus membantu proses pemadaman.

Kapolsek Padureso Ipda Sampun bersama anggota Polsek, perangkat Desa Pejengkolan, dan warga setempat bergotong royong memadamkan kobaran api secara manual. Upaya tersebut dilakukan agar api tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Pascakejadian, Polres Kebumen mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan alat pemanas berbahan bakar gas, khususnya pada kandang ternak yang beroperasi dalam waktu lama. Pemeriksaan rutin terhadap kondisi tabung gas, regulator, selang, serta instalasi pendukung sangat penting dilakukan untuk meminimalkan risiko kebakaran.

Kapolres juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama pada musim kemarau yang identik dengan meningkatnya potensi kebakaran. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan potensi bahaya kebakaran agar dapat dilakukan langkah pencegahan sedini mungkin.(*) 

Flyer Informasi