![]() |
| Keluarga besar PDI Perjuangan Kebumen ziarah ke makam para tokoh dan sesepuh partai.(ft ist) |
Kegiatan tersebut menjadi wujud penghormatan kepada para pendahulu yang telah mengabdikan hidupnya untuk perjuangan partai sekaligus momentum memperkuat nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Dalam suasana khidmat, para kader memanjatkan doa bersama dan menaburkan bunga di pusara para senior partai. Selain mengenang jasa mereka, para kader juga memohon kekuatan serta keberkahan agar tetap istiqamah menjalankan amanah perjuangan rakyat.
Rangkaian ziarah diawali di kompleks Makam Gunung Pogog, Kelurahan Bumirejo, Kebumen, dengan mengunjungi makam Sunarmo. Ia dikenal sebagai salah satu sesepuh PDI era awal atau yang akrab disebut PDI Segi Lima. Sunarmo juga memiliki rekam jejak panjang dalam dunia politik, termasuk sebagai mantan anggota DPRD selama dua periode dan kader Partai Nasional Indonesia (PNI) yang didirikan Presiden pertama RI, Soekarno.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kebumen, Saiful Hadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pengamalan pesan Bung Karno agar generasi penerus tidak melupakan sejarah perjuangan para pendahulunya.
"Kami mengamalkan pesan Bung Karno, Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Salah satu bentuknya adalah dengan berziarah dan mengenang jasa para pejuang partai," ujar Saiful.
Usai dari Kebumen, rombongan melanjutkan perjalanan ke Padukuhan Pujegan, Desa Wadasmalang, Kecamatan Karangsambung. Di lokasi itu, mereka berziarah ke makam Raden Tarsono Wirdjodiardjo, tokoh partai yang turut mewarnai perjalanan politik di wilayah perbatasan Kebumen-Wonosobo.
Di kawasan yang sama juga terdapat makam Eva Erawati Zubaedah, yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD Wonosobo. Menariknya, rombongan disambut langsung oleh Martono, putra Raden Tarsono yang juga pernah menjadi anggota legislatif.
"Kami juga bertemu keluarga beliau. Bahkan kader dari Wonosobo turut hadir karena lokasi makam berada di wilayah perbatasan. Ini menjadi momen silaturahmi sekaligus mengenang perjuangan para pendahulu," katanya.
Menurut Saiful, ziarah ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Haul Bung Karno yang jatuh pada 21 Juni 2026. Lebih dari sekadar tradisi, kegiatan tersebut menjadi sarana refleksi agar kader tetap meneladani semangat pengabdian, loyalitas, dan perjuangan yang telah diwariskan para sesepuh partai.
Ia menegaskan, upaya menelusuri jejak para pejuang lama akan terus dilakukan agar sejarah perjuangan partai tidak terputus oleh waktu.
"Kami ingin mendata dan mencatat para pejuang terdahulu. Jangan sampai akar sejarah perjuangan ini hilang. Kami tidak ingin pedhot oyot," tegas Saiful.(*)







