![]() |
| KH Anwar Zahid saat memberikan takziah di hadapan ribuan jamaah yang memadati halaman Masjid Al-Iman, Desa Tlogopragoto, Kecamatan Mirit.(ft ist) |
Kehadiran Lilis Nuryani turut menambah antusiasme masyarakat. Orang nomor satu di Kebumen itu hadir bersama jajaran Staf Ahli Bupati, Forkopimcam , perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga pengurus takmir masjid.
Dalam sambutannya, Bupati Lilis menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat Kebumen. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang transparan dan berpihak pada masyarakat.
Tak hanya itu, isu perlindungan anak juga menjadi perhatian serius. Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak.
“Pemkab terus mendorong terwujudnya Kabupaten Layak Anak, salah satunya melalui layanan UPT Perlindungan Perempuan dan Anak yang bisa diakses gratis oleh masyarakat,” tegasnya.
Di sektor pembangunan, Bupati memaparkan sejumlah proyek infrastruktur yang terus dikebut di wilayah Mirit. Setelah perbaikan jalan Gentan–Mirit Petikusan dan Kabekelan–Lembupurwo pada 2025, tahun ini pembangunan berlanjut dengan proyek strategis seperti jalan Sarwogadung–Bonorowo senilai Rp5 miliar, Sarwogadung–Tlogopragoto Rp1 miliar, peningkatan jalan Sirnoboyo–Tlogopragoto, hingga pelebaran Jembatan Kalimati.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH Anwar Zahid menyampaikan pesan yang menggelitik namun sarat makna. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak euforia pasca-Ramadan, terutama dalam hal makan berlebihan yang justru berdampak buruk bagi kesehatan.
Menurutnya, Idulfitri sejati bukan sekadar perayaan, melainkan hasil dari keberhasilan menjalankan empat amalan utama: takbiran, zakat fitrah, salat Id, dan silaturahmi.
“Kalau bisa, dilanjutkan dengan puasa sunah Syawal agar semakin sempurna,” pesannya.
Ia juga mengajak seluruh jemaah untuk menjaga konsistensi ibadah dan akhlak yang telah dibangun selama Ramadan agar tetap terjaga di bulan-bulan berikutnya.
Gebyar Halalbihalal ini pun tak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.(*)







