![]() |
| Ribuan pengasuh pondok pesantren dan guru ngaji saat menghadiri acara silaturahmi dan halal bihalal akbar di Pondok Pesantren An Nahdliyah 1 SMK Ma’arif 1 Kebumen.(ft ist) |
Tak sekadar ajang temu kangen, perhelatan akbar ini menjadi titik tolak gerakan besar transformasi pendidikan pesantren melalui peluncuran program “Pesantren Ramah Anak.”
Ketua Panitia, KH Akhmad Tamam, mengungkapkan tingginya antusiasme peserta yang hadir. Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan komitmen kuat para pengasuh ponpes untuk terus berbenah dan menjawab tantangan zaman.
“Ini bukan sekadar silaturahmi, tapi langkah nyata untuk membawa pesantren menjadi ruang yang lebih aman, nyaman, dan mendidik bagi anak-anak,” ujarnya.
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang melindungi dan penuh kasih sayang. Ia menilai, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda.
“Kita harus memastikan setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan manusiawi. Pesantren harus menjadi rumah kedua yang membuat santri merasa dihargai dan terlindungi,” tegasnya di hadapan para ulama dan tokoh masyarakat.
Menurutnya, peluncuran program Pesantren Ramah Anak menjadi langkah konkret dalam memperkuat komitmen Kebumen sebagai Kabupaten Layak Anak tingkat Madya. Ia pun mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah, keluarga, hingga para guru ngaji, untuk berkolaborasi aktif.
Tak hanya itu, acara juga dirangkai dengan pelantikan Pengurus Pojok Baca Nahdliyyin, sebuah inisiatif untuk menumbuhkan budaya literasi di kalangan generasi muda.
Melalui program ini, diharapkan akses terhadap bacaan berkualitas semakin dekat dengan masyarakat, sekaligus mendorong lahirnya generasi yang tak hanya berakhlak mulia, tetapi juga berwawasan luas.
“Mari kita bersama-sama mendidik anak-anak Kebumen menjadi generasi cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan,” pungkas Bupati.(*)







