![]() |
| Petugas saat mengevakuasi korban ke ambulan. (Ft ist) |
Korban diketahui bernama Sarikem (47), warga Desa Pandansari, Kecamatan Sruweng. Peristiwa nahas itu terjadi di area persawahan Dusun Banaran RT 01 RW 03 Desa Sidoarjo, Kecamatan Sruweng, sekitar pukul 17.30 WIB.
Saat itu, cuaca tengah hujan deras disertai kilatan petir dan suara gemuruh yang menggelegar. Dalam sekejap, suasana panen yang semula berjalan normal berubah menjadi kepanikan. Usai dentuman keras terdengar, korban ditemukan tergeletak di pematang sawah.
Tragisnya, kejadian tersebut terjadi di hadapan sang suami, Sohidun, yang saat itu turut memanen padi bersama korban.
Korban sempat dilarikan ke RSUD PKU Muhammadiyah Sruweng untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun setibanya di rumah sakit, tim medis menyatakan Sarikem telah meninggal dunia. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya luka bakar pada bagian punggung korban yang diduga akibat sambaran petir.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menyampaikan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat mendatangi lokasi dan rumah sakit guna melakukan pemeriksaan awal.
“Kami telah melakukan pendataan saksi, berkoordinasi dengan tim Inafis, serta memastikan tidak ada unsur lain dalam peristiwa ini,” ujar AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, Selasa (3/3/2026).
Tim Inafis Polres Kebumen melakukan olah tempat kejadian perkara dan memastikan lokasi merupakan area persawahan terbuka yang sangat berisiko saat terjadi cuaca ekstrem.
Dua orang saksi telah dimintai keterangan, yakni suami korban dan seorang warga yang berada di sekitar lokasi. Dari hasil pemeriksaan sementara, peristiwa tersebut murni musibah akibat faktor alam. Pihak keluarga juga menyatakan menerima kejadian ini dan menolak dilakukan autopsi.
Polres Kebumen mengimbau masyarakat, khususnya para petani yang beraktivitas di lahan terbuka, agar lebih waspada ketika cuaca ekstrem melanda. Aktivitas di area persawahan sebaiknya segera dihentikan saat hujan deras disertai petir guna menghindari risiko fatal.(*)









