Setelah Tiga Hari Pencarian, Bocah Tenggelam di Muara Sungai Lukulo Ditemukan Meninggal di Perairan TPI Tanggulangin


Jenazah Korban Muhammad Abdul Fatah, saat berada dirumah duka.(ft ist) 
KEBUMEN, (seputarkebumen.com)- Setelah tiga hari pencarian, tim gabungan akhirnya menemukan jasad seorang anak laki-laki yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di muara Sungai Lukulo, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu pagi, 8 Maret 2026, di perairan muara Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanggulangin, Kecamatan Klirong.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan, korban bernama Muhammad Abdul Fatah (11), seorang pelajar asal Desa Munggu, Kecamatan Petanahan. Korban sebelumnya dilaporkan hilang pada Jumat sore, 6 Maret 2026, setelah diduga terseret arus saat bermain di muara Sungai Lukulo, wilayah Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan.

Menurut Kapolres, jasad korban ditemukan sekitar pukul 10.15 WIB oleh tim gabungan yang melakukan penyisiran sejak pagi hari.

“Korban ditemukan oleh tim gabungan Basarnas, Polri, dan TNI di sekitar muara TPI Tanggulangin setelah dilakukan penyisiran dari muara Sungai Lukulo,” jelas Kapolres.

Proses pencarian dipimpin oleh petugas Basarnas dengan metode penyisiran aliran muara dari arah barat menuju timur. Sekitar pukul 10.00 WIB, tim melihat tubuh seorang anak dalam posisi terlentang mengapung di perairan. Menyadari temuan tersebut, petugas segera melakukan evakuasi dengan mengangkat jasad korban dan membawanya menggunakan perahu karet menuju daratan di kawasan TPI Tegalretno.

Setelah berhasil dievakuasi, petugas dari Polsek Petanahan bersama tim Inafis Satreskrim Polres Kebumen, personel Samapta Polres Kebumen, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Petanahan langsung melakukan pemeriksaan awal terhadap jasad korban.

Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Saat ditemukan, korban hanya mengenakan celana kolor berwarna hitam.

Kapolres menambahkan, penyebab kematian korban diduga akibat tenggelam di muara Sungai Lukulo. Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Kebumen.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD Kabupaten Kebumen, relawan, serta masyarakat setempat resmi dihentikan.(*)