![]() |
| Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol. Dr. Latif Usman, S.I.K., M.Hum, saat memberikan Latihan Pra Operasi (Lat Pra Ops) Ketupat Candi 2026 di Gedung Borobudur Mapolda Jawa Tengah,(ft ist) |
SEMARANG, (seputarkebumen.com)– Kepolisian Daerah Jawa Tengah mulai mematangkan persiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 melalui kegiatan Latihan Pra Operasi (Lat Pra Ops) Ketupat Candi 2026. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Borobudur Mapolda Jawa Tengah, Rabu (11/3/2026).
Latihan yang menjadi tahap penting dalam kesiapan operasi ini dipimpin langsung oleh Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol. Dr. Latif Usman, S.I.K., M.Hum, didampingi Karo Ops, Dirlantas, Kabidhumas, serta dihadiri para pejabat utama Polda Jateng dan jajaran Polres.
Dalam arahannya, Wakapolda menegaskan bahwa Lat Pra Ops merupakan langkah strategis untuk menyamakan persepsi serta meningkatkan kesiapan seluruh personel yang akan terlibat dalam pengamanan Idul Fitri.
Sebanyak 22.680 personel Polda Jateng akan diterjunkan selama 13 hari pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026, yang berlangsung mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Operasi tersebut mengusung tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”, dengan tujuan menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, sekaligus memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif selama masa Lebaran.
“Keberadaan Polri sangat dibutuhkan untuk memberikan pelayanan, perlindungan, dan menjamin rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” ujar Wakapolda.
Ia menambahkan, sejumlah titik strategis akan menjadi fokus pengamanan, mulai dari pelabuhan, bandara, terminal, hingga pusat keramaian. Penguatan juga dilakukan melalui pendirian Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, dan Pos Terpadu di berbagai jalur mudik.
Sementara itu, Karo Ops Polda Jateng menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi untuk mendukung kelancaran operasi, termasuk penempatan personel di titik rawan serta pembentukan kekuatan pasukan Bhayangkara guna memperkuat pengamanan di lapangan.
Selain pengamanan lalu lintas, Polda Jateng juga mengantisipasi potensi gangguan lain menjelang Lebaran, seperti kelangkaan bahan pokok dan BBM, serta kemungkinan praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat.
Untuk meningkatkan pelayanan kepada pemudik, Polda Jateng juga menghadirkan inovasi program “Valet Ride”, yakni layanan khusus bagi pemudik sepeda motor dari check point Brebes menuju Kota Semarang, sehingga perjalanan menjadi lebih aman dan nyaman.
Tak hanya itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan digital Chatbot Pak Polisi, yang menyediakan berbagai informasi penting seperti kondisi lalu lintas secara real-time, rekomendasi jalur perjalanan, hingga layanan tanggap darurat.
Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol. Artanto, S.I.K., M.Si menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat Candi tidak hanya diukur dari lancarnya arus kendaraan di jalan.
“Keberhasilan operasi ini juga terlihat dari rasa aman yang dirasakan masyarakat. Senyum pemudik yang merasa nyaman karena kehadiran petugas menjadi tolok ukur penting. Di sinilah peran media sangat dibutuhkan untuk membantu menyampaikan berbagai informasi layanan kepada masyarakat,” ungkapnya.(*)









