![]() |
| Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman parkir depan Pendopo Kabumian.(ft ist) |
![]() |
| Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman parkir depan Pendopo Kabumian.(ft ist) |
Program yang diinisiasi Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen ini merupakan bagian dari pelaksanaan GPM serentak di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah, bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional serta Alumni SMAN 1 Kebumen Angkatan 1996.
Sebelum membuka kegiatan, Bupati Kebumen Hj. Lilis Nuryani bersama jajaran asisten dan kepala OPD mengikuti teleconference dengan Gubernur Jawa Tengah untuk memantau pelaksanaan GPM secara serentak di seluruh wilayah provinsi. Setelah koordinasi tersebut, pasar pangan murah yang melibatkan sekitar 20 vendor dan tenant resmi dibuka.
Dalam sambutannya, Bupati Lilis menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan karena stok dipastikan aman hingga Lebaran. Ia juga mengingatkan warga agar tidak melakukan pembelian berlebihan serta mendukung gerakan “Stop Boros Pangan.”
“Harga yang ditawarkan di GPM ini lebih murah dari harga pasar karena komoditasnya didatangkan langsung dari produsen, petani, dan peternak, sehingga rantai distribusi bisa dipangkas,” jelasnya.
Beragam kebutuhan pokok dijual dengan harga terjangkau, di antaranya beras SPHP Rp60 ribu per 5 kilogram, minyak goreng Rp15.500 per liter, telur ayam mulai Rp24 ribu per kilogram, daging ayam Rp17.500 per setengah kilogram, gula pasir mulai Rp16 ribu per kilogram, hingga aneka sayur dan cabai mulai Rp5 ribu per paket.
Kegiatan ini semakin semarak dengan keterlibatan Alumni SMAN 1 Kebumen Angkatan 1996 yang mengusung semangat “Kembali dan Berbagi.” Melalui aksi sosial tersebut, panitia menyediakan lebih dari 3.000 kupon potongan harga senilai Rp5 ribu hingga Rp10 ribu bagi masyarakat.
Bupati Kebumen juga sempat meninjau sejumlah stan dan membagikan voucher belanja secara langsung kepada warga yang hadir.
Gerakan Pangan Murah sendiri menjadi program rutin pemerintah daerah sepanjang tahun 2026. Hingga kini kegiatan serupa telah digelar lebih dari 100 kali di berbagai desa, termasuk program khusus “GPM Jumpa Ramadan” yang dilaksanakan setiap hari Jumat selama bulan puasa.
Salah satu warga Kebumen, Wulan, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar pangan murah ini. Ia menyebut harga telur yang dijual jauh lebih murah dibanding harga di pasaran.
“Telurnya cuma Rp24 ribu per kilo, padahal di pasar bisa sampai Rp30 ribu. Lumayan banget buat persiapan bikin kue Lebaran,” ujarnya.
Wulan berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin karena sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.(*)