![]() |
| Audiensi panitia Pacuan Kuda Ambal bersama Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, di ruang kerja Rumah Dinas Bupati.(ft ist) |
Kepastian tersebut mengemuka dalam audiensi panitia bersama Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, di ruang kerja Rumah Dinas Bupati, Senin (23/2/2026).
Ketua Panitia, Sodikul Anwar, hadir bersama Ketua Pordasi Kebumen Setyo Mujiono dan Plt. Camat Ambal Agung Cahyono. Dalam pertemuan itu ditegaskan, pacuan kuda tahun ini bukan sekadar ajang adu cepat di lintasan, melainkan momentum besar sport tourism yang membawa nama Kebumen ke level nasional.
Hingga kini, sekitar 170 ekor kuda dari Jawa Barat, Jawa Timur, DIY, Kalimantan Selatan hingga Sulawesi telah mengonfirmasi keikutsertaan. Bahkan sejumlah peserta dari luar daerah sudah mulai berdatangan ke Ambal untuk melakukan adaptasi lintasan.
“Untuk kelas yang dipertandingkan masih seperti tahun lalu, mulai Kelas F jarak 1.000 meter hingga kelas paling bergengsi, Kelas A Terbuka dengan jarak 2.000 meter,” jelas Sodikul.
Tak hanya mempertaruhkan gengsi, panitia juga menaikkan nilai hadiah agar daya saing event Ambal tetap setara dengan kejuaraan di daerah lain. Langkah ini diyakini akan semakin memperkuat posisi Ambal sebagai salah satu arena pacuan terbaik di Jawa Tengah.
Bupati Lilis menyambut antusias rencana tersebut. Mengingat dirinya pernah hadir langsung pada gelaran sebelumnya, ia meminta persiapan dilakukan maksimal, terutama pada sisi promosi dan faktor keamanan.
“Saya minta promosi digencarkan agar masyarakat benar-benar terhibur. Dan yang tidak kalah penting, faktor safety harus menjadi perhatian utama, baik untuk penonton maupun keamanan kudanya,” tegasnya.
Panitia juga menegaskan bahwa lintasan Ambal memiliki sejarah panjang sejak era 1950-an. Bahkan tradisi ini telah diwariskan lintas generasi.
“Ini tradisi sejak zaman orang tua kami. Harapan kami, lintasan ini bisa dipatenkan menjadi trek permanen agar kelestariannya terjaga, ekonomi warga tumbuh, dan pariwisata Kebumen semakin kuat,” pungkas Sodikul.
Dengan antusiasme peserta lintas provinsi dan dukungan penuh pemerintah daerah, Pacuan Kuda Ambal 2026 diyakini tak sekadar menjadi tontonan, melainkan penggerak ekonomi sekaligus simbol kebanggaan tradisi Kebumen yang terus berpacu dengan zaman.(*)









