![]() |
| Petugas dan warga saat menggelar kerja bakti membersihkan puing-puing material yang jatuh ke aliran sungai.(ft ist) |
Sehari setelah kejadian, jajaran Polres Kebumen bersama Polsek Sempor, pemerintah desa, dan masyarakat menggelar kerja bakti membersihkan puing-puing yang jatuh ke aliran sungai. Material kayu dan bagian struktur jembatan diangkat secara manual agar tidak menghambat arus air.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, mengatakan keterlibatan aparat dalam kerja bakti merupakan langkah cepat untuk meminimalkan risiko lanjutan.
“Personel Bhabinkamtibmas bersama unsur terkait turun langsung mengangkat puing jembatan dari sungai. Ini untuk mencegah penyumbatan aliran air sekaligus mengurangi potensi bahaya bagi warga sekitar,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Sempor Marlan, Sekretaris Kecamatan Danang Dwi Hartanto, Bhabinkamtibmas Brigadir Alfian, Babinsa Koptu Kuwarman, perwakilan Dinas Irigasi dan Rawa, Kepala Desa Pekuncen Hasto Nugroho beserta perangkat desa, serta masyarakat setempat.
Menurut Kapolres, kondisi jembatan yang sebelumnya sudah lapuk dan tergerus arus irigasi membuat struktur tak lagi layak difungsikan. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, petugas telah memasang penutup dan rambu peringatan di sekitar lokasi.
“Sementara waktu akses dialihkan melalui jalur alternatif terdekat. Kami mengimbau warga tidak memaksakan diri melintas demi keselamatan,” tegasnya.
Pemerintah Desa Pekuncen saat ini masih berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan pemerintah kabupaten guna menentukan langkah lanjutan. Opsi perbaikan hingga pembangunan ulang akan diputuskan setelah melalui kajian teknis.
Kerja bakti ini menjadi bukti sinergi aparat dan warga dalam merespons bencana infrastruktur, sembari menunggu keputusan resmi terkait masa depan jembatan penghubung tersebut.(*)









