Infrastruktur Dikebut 2026: Sruni–Wonosari Dibeton, Jalan Muktisari–Bocor Digelontor Rp 4,5 Miliar


Ruas jalan Sruni - Wonosari siap diperbaiki Pemkab Kebumen.(ft ist) 
KEBUMEN, (seputarkebumen.com)- Komitmen perbaikan infrastruktur kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Kebumen. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kebumen (DPUPR), sejumlah ruas jalan rusak yang ramai dikeluhkan warga dipastikan masuk skema penanganan Tahun Anggaran 2026.

Langkah ini menyusul peninjauan langsung Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, pada Rabu (25/2) ke beberapa titik jalan yang selama ini menjadi sorotan masyarakat, khususnya di media sosial.

Salah satu ruas yang menjadi perhatian serius adalah Sruni–Wonosari. Jalan yang sempat disebut warganet “seperti offroad” itu akan dibeton sepanjang 961 meter. Pemkab mengalokasikan anggaran Rp 3,04 miliar untuk pekerjaan yang terbagi dalam lima segmen dan dijadwalkan terealisasi pada 2026.

Kepala DPUPR Kebumen, Joni Hernawan, menjelaskan bahwa untuk sementara penanganan dilakukan secara darurat guna menjaga keselamatan pengguna jalan.

“Kalau dipaksakan perbaikan permanen sekarang, berisiko rusak kembali saat arus Lebaran karena curah hujan masih tinggi. Untuk sementara kita lakukan pengurukan, lalu setelah Lebaran dilanjutkan pemeliharaan berkala,” jelasnya.

Tak hanya Sruni–Wonosari, ruas Muktisari–Bocor juga mendapat perhatian besar. Pemkab menyiapkan pagu Rp 4,5 miliar untuk perkerasan aspal dua lapis sepanjang 1.465 meter.

Sementara itu, ruas Bocor–Kejayan (selatan pasar) akan diaspal sepanjang 700 meter dengan anggaran Rp 2,09 miliar.

Perbaikan bertahap juga menyasar ruas Wonosari–Kembaran, khususnya di wilayah Desa Gondanglegi dan Desa Pucangan (dari Pasar Kendal ke arah utara). Selain itu, ruas Candimulyo–Bojongsari dialokasikan Rp 870 juta, serta Kedungbajul–Poncowarno sebesar Rp 2 miliar.

Bupati Lilis menegaskan, pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas meski dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.

“Dengan keterbatasan anggaran, penanganan dilakukan bertahap. Namun komitmen kami jelas, infrastruktur akan terus dibenahi,” tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat bersabar selama proses pengadaan barang dan jasa berjalan, serta ikut menjaga dan merawat jalan yang telah diperbaiki agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.(*)