Tragis! Warga Gombong Tewas Tertimpa Batang Pohon Kelengkeng Saat Menebang


Anggota Polres Kebumen saat menunjukkan lokasi korban meninggal dunia.(ft ist) 
GOMBONG, (seputarkebumen.com)Sebuah kecelakaan kerja merenggut nyawa Turisno (57), warga Desa Kalitengah, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen. Pria paruh baya itu meninggal dunia setelah tertimpa batang pohon kelengkeng yang tengah ditebang di belakang rumahnya, Jumat pagi, 30 Januari 2026.

Peristiwa memilukan tersebut terjadi sekitar pukul 09.15 WIB di Desa Semanding, Kecamatan Gombong. Saat itu, korban bersama sejumlah warga sedang menebang pohon kelengkeng yang berada di samping rumahnya.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, kasus tersebut langsung ditangani aparat gabungan dari Polsek Gombong, tim Inafis Polres Kebumen, serta tenaga medis dari Puskesmas Gombong II.

“Dari hasil pemeriksaan awal, korban diduga kuat meninggal dunia akibat luka serius yang dialami saat kejadian,” ujar AKBP Putu.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), insiden bermula ketika korban naik ke atas pohon menggunakan tangga untuk memasang tali tambang. Tali tersebut rencananya digunakan untuk menarik bagian batang pohon yang akan ditebang agar jatuh ke arah yang aman.

Setelah batang pohon ditebas sebagian di bagian pangkal, korban turun dari atas pohon. Namun nahas, batang yang sudah terpotong itu tiba-tiba patah dan roboh, lalu menimpa tubuh korban. Benturan keras mengakibatkan korban mengalami luka berat.

Warga sekitar yang melihat kejadian itu segera melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Gombong. Petugas yang datang ke lokasi dipimpin langsung Kapolsek Gombong AKP Tugiman, didampingi personel Polres Kebumen dan tim Inafis.

Hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas Gombong II menyebutkan korban mengalami luka berat di beberapa bagian tubuh, yang menguatkan dugaan bahwa korban meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.

Pihak kepolisian memastikan tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Keluarga korban juga menolak dilakukan pemeriksaan lanjutan dan telah membuat surat pernyataan resmi, karena menganggap kejadian ini sebagai musibah.

Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.(*)