Sambut HUT ke-24 Propam, Polres Kebumen Gandeng PMI Gelar Aksi Donor Darah Demi Atasi Krisis Stok Medis


Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama saat pengambilan sampel darah sebelum Donor.(ft ist) 
KEBUMEN, (seputarkebumen.com)-Menjawab tingginya urgensi kebutuhan medis di berbagai fasilitas kesehatan, jajaran Polres Kebumen menggelar aksi sosial donor darah. Sebanyak 65 personel kepolisian ambil bagian untuk menyumbangkan darah mereka dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Propam Polri, bertempat di Gedung Satpas Polres Kebumen, Kamis (1/10/2026).

Aksi kemanusiaan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial institusi. Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, bersama para Pejabat Utama (PJU) dan perwakilan personel dari berbagai polsek turut hadir langsung mendonorkan darah mereka di sela-sela kesibukan tugas.

Menurut AKBP Putu, kegiatan ini sengaja diinisiasikan guna membantu meringankan beban para pasien di rumah sakit yang sangat bergantung pada ketersediaan stok darah harian.

"Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, terutama para pasien yang membutuhkan ketersediaan darah untuk pemulihan kesehatan mereka," ungkap AKBP Putu di lokasi kegiatan.

Di sisi lain, langkah sigap dari korps bhayangkara ini mendapat apresiasi penuh dari Palang Merah Indonesia (PMI). Kasi Pelayanan Donor Darah PMI Kebumen, Nabila Sinta Dewi, mengungkapkan bahwa tekanan permintaan darah di wilayahnya tergolong tinggi demi melayani kebutuhan dari 13 rumah sakit mitra.

"Kalau dihitung secara akumulatif, kita membutuhkan sekitar 125 kantong darah setiap hari," ujar Nabila.

Ia merinci, tingginya permintaan tersebut paling banyak didorong oleh pasien rutin seperti penderita talasemia serta pasien yang harus menjalani terapi cuci darah secara berkala. Selain itu, golongan darah B saat ini menjadi salah satu jenis yang paling dicari.

Meski melaporkan bahwa stok darah di PMI saat ini masih dalam kategori aman, Nabila mengingatkan bahwa keberlangsungan jangka panjang sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat secara rutin. Pasalnya, satu kantong darah dari seorang pendonor kerap kali belum mencukupi kebutuhan medis satu pasien dengan kondisi kompleks.

"Kesadaran masyarakat untuk donor darah masih perlu terus ditingkatkan. Seringkali satu pendonor hanya menghasilkan satu kantong, sementara ada pasien dengan penyakit tertentu yang membutuhkan lebih dari satu kantong darah," pungkasnya.

Melalui momentum HUT ke-24 Propam Polri ini, Polres Kebumen berharap sinergi antara aparat penegak hukum dan lembaga sosial dapat terus terbangun, sekaligus menginspirasi warga Kebumen agar tidak ragu menjadi pendonor darah sukarela demi menyelamatkan nyawa sesama.(*)