![]() |
| Peringatan Hari Batik Nasional 2026 di SMA Negeri 1 Klirong.(ft ist) |
Melalui kegiatan ini, para siswa diberi ruang seluas-luasnya untuk mengenal proses membatik secara langsung sekaligus menuangkan gagasan orisinal melalui karya seni mereka sendiri.
Semangat serupa juga berkobar di SMA Negeri 1 Kebumen. Peringatan Hari Batik Nasional tahun ini dirangkai apik dengan peluncuran Bulan Bahasa, menciptakan kolaborasi harmonis antara seni batik, kecintaan berbahasa, dan wadah ekspresi siswa dalam ekosistem pembelajaran budaya.
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menegaskan bahwa pelestarian budaya di era modern wajib melibatkan generasi muda secara langsung. Budaya tidak boleh hanya berhenti sebagai pajangan warisan masa lalu, melainkan harus diberi ruang untuk hidup, bernapas, dan bertumbuh mengikuti perkembangan zaman.
"Keterlibatan pelajar sangat krusial. Batik tidak hanya menyimpan nilai luhur kebudayaan, tetapi juga menyimpan potensi besar untuk membuka peluang kewirausahaan serta menggerakkan sektor ekonomi kreatif," ungkap Lilis.
Lebih jauh, langkah integratif ini menjadi bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Kebumen yang tidak terpaku pada kemampuan akademik semata. Para pelajar didorong untuk terus berkarya, mengenali potensi daerahnya, dan membekali diri dengan keterampilan aplikatif demi menghadapi tantangan masa depan.(*)



