Tak Perlu Jauh ke Kota, Warga Kalipoh Kini Bisa Berobat ke Dokter Spesialis di Desanya Sendiri


Bupati Kebumen Lilis Nuryani berbincang dg ibu hamil setelah dilakukan pengecekan kehamilan oleh Dokter spesialis kandungan.(ft ist) 
AYAH, (seputarkebumen.com)- Komitmen pemerintah daerah dalam meratakan akses pelayanan publik bagi warga di wilayah pelosok kembali dibuktikan. Warga Desa Kalipoh, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, kini bisa bernapas lega setelah layanan dokter spesialis keliling hadir langsung di tengah permukiman mereka melalui program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Kegiatan jemput bola hasil kolaborasi dengan RSU PKU Muhammadiyah Gombong ini disambut antusias oleh warga. Berbagai layanan kesehatan dihadirkan secara cuma-cuma, mulai dari pengobatan gratis, khitanan massal, hingga konsultasi medis spesialis yang selama ini sulit dijangkau karena kendala jarak tempuh ke fasilitas kesehatan utama.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani yang memantau langsung kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pemerintah harus proaktif menjangkau masyarakat, terutama mereka yang tinggal jauh dari pusat kota.

"Pemerintah hadir bukan hanya ketika masyarakat datang ke fasilitas pelayanan, tetapi juga mendatangi masyarakat, termasuk yang tinggal di pelosok-pelosok desa," tegas Bupati Lilis di sela-sela kegiatan.

Selain mendekatkan layanan medis, Bupati Lilis juga mengingatkan warga agar tetap mengedepankan pencegahan penyakit melalui pembiasaan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), mengonsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan lingkungan, serta rutin berolahraga dari tingkat keluarga.

Fokus Konektivitas dan Infrastruktur

Langkah solutif Pemkab Kebumen tidak berhenti pada sektor kesehatan semata. Untuk memastikan mobilitas warga semakin lancar dan roda ekonomi berputar lebih cepat, perbaikan infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Ayah juga digenjot tahun ini.

Sejumlah ruas jalan strategis kini tengah dalam penanganan serius, meliputi:

Ruas Jalan Rogodadi–Watukelir. Boyowulung–Demangsari. Demangsari–Ayah. Banyumudal–Redisari. Karangduwur–TPI. Rogodono–Pringtutul. Ruas Pringtutul–Jatijajar

Menurut Bupati Lilis, pembangunan fisik jalan ini memiliki makna yang jauh lebih luas dari sekadar memperlancar transportasi. Konektivitas antardesa yang semakin baik diyakini akan memangkas waktu tempuh warga sekaligus mempermudah aksesibilitas menuju berbagai pusat layanan publik dan pusat kegiatan ekonomi.

"Perbaikan jalan ini bukan sekadar membangun fisik. Kita ingin konektivitas antardesa semakin baik, aktivitas masyarakat semakin lancar, dan akses menuju pelayanan publik juga semakin mudah," pungkasnya.

Melalui kombinasi strategi pelayanan kesehatan keliling dan pembangunan infrastruktur jalan, Pemkab Kebumen berharap kesenjangan akses di wilayah pinggiran dapat diatasi secara tuntas demi kesejahteraan masyarakat secara merata.(*)