![]() |
| Anggota Polres Kebumen saat memberikan pelatihan literasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kepada pelajar SMA Negeri 1 Prembun.(ft ist) |
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menyampaikan bahwa pesatnya perkembangan teknologi AI harus diimbangi dengan pemahaman mendalam terkait cara kerja dan risiko dampaknya. Menurutnya, pelajar merupakan kelompok strategis yang wajib dibekali kecakapan digital karena berinteraksi langsung dengan berbagai informasi setiap hari.
"AI dapat membantu pelajar belajar lebih cepat dan menemukan berbagai informasi. Karena itu, kemampuan berpikir kritis tetap menjadi hal yang utama," tegas AKBP Putu.
Ia menambahkan, salah satu tantangan utama yang perlu diwaspadai di era AI adalah kemudahan dalam membuat foto, video, maupun teks buatan yang terlihat sangat meyakinkan. Kondisi ini menuntut masyarakat, khususnya generasi muda, untuk selalu memverifikasi kebenaran suatu informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
"Jangan hanya bertanya apakah informasi itu menarik atau meyakinkan. Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah informasi tersebut benar dan dari mana sumbernya," lanjut Kapolres.
Melalui program bertajuk "Polres Kebumen Paham AI", para siswa diperkenalkan pada etika penggunaan kecerdasan buatan, cara mengenali konten manipulatif dan potensi hoaks, serta strategi memanfaatkan AI sebagai alat bantu belajar yang efektif.
Pelaksanaan program edukasi ini digelar Polres Kebumen dengan menggandeng Senopati Institut dan Polda Jawa Tengah. Rangkaian pelatihan ini sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah SMA, SMK, hingga madrasah di wilayah Kabupaten Kebumen.
Melalui kegiatan ini, Kepolisian berharap para pelajar tidak hanya terampil menggunakan berbagai aplikasi berbasis AI, tetapi juga tumbuh menjadi pengguna teknologi yang cerdas, selektif, dan bertanggung jawab.(*)











