Perkuat Jejaring Global, Geopark Kebumen Resmi Jalin Kerja Sama dengan Geopark Lenggong Malaysia


Kerja sama Badan Pengelola Kebumen UNESCO Global Geopark (UGGp) dengan
 
Lenggong UNESCO Global Geopark, Malaysia.(ft ist) 

LANGKAWI, (seputarkebumen.com)- Badan Pengelola Kebumen UNESCO Global Geopark (UGGp) memanfaatkan momentum Asia-Pacific Geoparks Network (APGN) Symposium 2026 di Langkawi International Convention Centre (LICC), Malaysia, Kamis (11/9/2026), untuk memperluas jejaring dan memperkuat kerja sama internasional.

Dalam forum bergengsi kawasan Asia Pasifik tersebut, delegasi Kebumen UGGp yang diwakili oleh Ketua Dewan Pakar Dr. Ir. Chusni Ansori dan Anggota Badan Pengelola Supriyanto menggelar sejumlah agenda strategis, mulai dari diskusi jejaring (networking discussion) hingga penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU).

Salah satu agenda utama yakni penandatanganan MoU kerja sama antara Kebumen UGGp dan Lenggong UNESCO Global Geopark, Malaysia. Dokumen kerja sama ini ditandatangani oleh Supriyanto mewakili Kebumen UGGp dan Mohamad Fitri Bin Hassan mewakili Lenggong UGGp Management Board. Turut menandatangani sebagai saksi yakni Dr. Chusni Ansori dan Manager of Geopark Management Unit Lenggong UGGp, Mohd Noor Azam Bin Ismail.

Anggota BP Geopark Kebumen, Supriyanto, menjelaskan bahwa MoU ini berjangka waktu lima tahun dan bertujuan untuk membangun hubungan persahabatan serta kolaborasi timbal balik yang berasaskan prinsip kesetaraan, kemandirian, dan saling menghormati.

"Ruang lingkup kerja sama mencakup konservasi warisan geologi, pengenalan ilmu kebumian, pengembangan geowisata lokal, hingga dukungan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)," ujar Supriyanto.

Ia menambahkan, kesepakatan tersebut juga membuka peluang penelitian bersama terkait geodiversitas, budaya, keanekaragaman hayati, pertukaran informasi publikasi, serta program pendidikan interaktif yang melibatkan pelajar, pemuda, pemandu wisata lokal, dan kelompok perempuan.

Selain menjalin kesepakatan resmi dengan Geopark Lenggong, delegasi Kebumen UGGp juga aktif melakukan pendekatan dan penjajakan kerja sama dengan beberapa pengelola geopark terkemuka lainnya di Asia Pasifik. Di antaranya diskusi bersama Sarawak Delta Geopark terkait riset dan pemberdayaan masyarakat, Miné-Akiyoshidai Karst Plateau UGGp dari Jepang mengenai tata kelola kawasan karst dan promosi geowisata, serta tindak lanjut draf MoU dengan Geopark Kinabalu.

Ketua Dewan Pakar Geopark Kebumen, Dr. Ir. Chusni Ansori, menegaskan pentingnya kolaborasi internasional sebagai fondasi pengembangan kawasan geopark.

"Melalui jejaring antar-geopark, setiap pengelola dapat saling berbagi pengetahuan, praktik baik, serta merumuskan strategi pengelolaan kawasan yang sesuai dengan karakter wilayah masing-masing," ungkap Chusni.

Keikutsertaan Kebumen UGGp pada APGN Symposium 2026 diharapkan tidak hanya memperkenalkan potensi geowisata Kebumen ke kancah dunia, tetapi juga mendorong program nyata seperti riset bersama, peningkatan kapasitas pengelola, dan pemberdayaan masyarakat lokal secara berkelanjutan.(*)