![]() |
| Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Yuliyanto.(ft ist) |
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Yuliyanto, menegaskan bahwa kepolisian sepenuhnya menghormati ruang kritis mahasiswa dalam menyuarakan gagasan maupun tuntutan kepada pemerintah. Namun, ia mewanti-wanti agar ruang demokrasi ini tidak ternodai oleh aksi anarkis.
“Mahasiswa punya hak penuh untuk menyuarakan aspirasi, dan kami sangat menghormati itu. Namun ingat, ada kewajiban untuk menaati hukum dan menghormati hak warga lainnya,” ujar Kombes Pol. Yuliyanto.
Polda Jateng mengimbau para demonstran untuk menjaga ketertiban sejak berangkat, saat berorasi, hingga kembali ke kediaman masing-masing. Massa diminta fokus pada penyampaian gagasan secara damai serta menghindari perusakan fasilitas umum.
Kombes Pol. Yuliyanto juga mendorong agar aksi ini menjadi sarana dialog yang membangun, bukan ajang benturan.
“Sampaikan keresahan dengan cara yang elegan dan damai. Jangan sampai niat baik mahasiswa justru terdistorsi oleh aksi yang merugikan publik atau melanggar hukum,” tegasnya.
Mengantisipasi potensi gesekan, Polda Jateng meminta peserta aksi lebih bijak dan tidak mudah terprovokasi, baik oleh dinamika di lapangan maupun narasi provokatif di media sosial.
“Tetap kepala dingin dan jangan mudah terpancing. Mari kita buktikan bersama bahwa aksi hari ini adalah wujud dari demokrasi yang sehat,” tutupnya.(*)











