Bupati Lilis Turun ke Klirong: Sampah, Jalan Rusak, dan Janji Anggaran Rp170 Miliar


Acara pertemuan rutin 24 kepala desa se-Kecamatan Klirong di kediaman Kades Klegenwonosari.(ft ist)
KLIRONG, (seputarkebumen.com)- Suasana santai tapi serius. Begitulah pertemuan rutin 24 kepala desa se-Kecamatan Klirong pada Jumat, 31 Juli 2026 di kediaman Kades Klegenwonosari. 

Yang bikin beda kali ini: Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, datang tidak sendirian. Ia “memborong” kepala dinas agar setiap keluhan warga bisa langsung dijawab di tempat, tanpa harus muter-muter birokrasi.

“Meskipun santai dan non-formal, saya bawa kepala dinas. Jadi kalau ada pertanyaan bisa langsung terjawab. Ada keinginan warga yang bisa segera terlaksana, ada juga yang perlu proses. Nanti biar kepala dinas yang jelaskan teknisnya,” kata Bupati membuka dialog.

Isu pertama yang naik ke meja adalah sampah. Kades Bumiharjo meminta pengadaan kontainer. Jawaban Bupati lugas.

“Sampahnya dipilah dari rumah. Organik jadi pupuk, anorganik dijual. Kalau kontainer, kami tidak bisa penuhi. Di Kebumen kota saja banyak yang sudah ditarik,” tegas Lilis.

Kadinas PUPR Joni Hernawan menimpali dengan contoh nyata: Bank Sampah Jatimulyo Petanahan dan Kelurahan Panjer. “Tekan volume sampah ke TPA. Tiru yang sudah berhasil di desa lain,” ujarnya.

Keluhan jalan poros desa hampir jadi bahasan wajib. Mulai dari 50 meter jalan di utara Pasar Bodo, Jogosimo, yang belum tersentuh, sampai kerusakan di bawah Jembatan Kali Lukulo perbatasan Muktisari-Kedungwinangun.

Joni menjelaskan, pengerjaan jalan tidak bisa instan. “APBD bukan uang perusahaan. R-APBD 2027 sedang dibahas. Usulan yang belum masuk tahun ini, paling cepat 2028,” katanya.

Namun ada kabar baik. Ruas Kedungwinangun-Bendogarap dan lanjutan Soka-Klirong sudah masuk perencanaan 2027. Prioritas: tiga titik rusak parah di wilayah Dorowati, Klirong. Untuk 2026, beberapa usulan jalan poros desa bahkan sudah dievaluasi KPK. “Jadi proposal harus masuk sebelum RKPD ditetapkan,” kata Joni.

Terkait Jembatan Kali Lukulo, Bupati berjanji akan melaporkannya langsung ke BBWS.

Kades Tambakprogaten mengeluhkan ruang kelas PAUD yang kurang. Solusi Bupati: segera buat proposal ke Dinas Dikpora dan tembuskan ke dirinya.

Untuk desa yang belum punya kendaraan operasional, Bupati kasih “bocoran”. Ikut Lomba Desa. “Kalau syaratnya lengkap, peluang menang dan bawa pulang mobil operasional sangat besar,” katanya.

Anggaran Infrastruktur Naik 3 Kali Lipat

Menutup diskusi, Joni membeberkan angka. Komitmen infrastruktur Kebumen naik drastis. 

- 2025 awal jabatan : Rp51 miliar 

- APBD Perubahan 2025 : Rp160 miliar 

- 2026 : Rp170 miliar

“Dulu anggaran jalan kecil, kritik di medsos ramai. Sekarang anggaran besar, sorotan tetap ramai juga. Bangun di Klirong, Karangsambung protes. Bangun di Ayah barat, timur protes. Intinya, perbaikan terus meningkat tiap tahun,” pungkas Joni.

Pertemuan ditutup dengan ajakan Bupati agar 24 desa dan Pemkab bergerak sinergi: kades fokus membangun di desa, bupati menggenjot di tingkat kabupaten.(*)