Ratusan warga Dukuh Tanuraksan Desa Gemeksekti saat menggelar tradisi Merdi Bumi. (Ft ist) 
KEBUMEN, (seputarkebumen.com)- Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti Dukuh Tanuraksan, Desa Gemeksekti, Kecamatan Kebumen pada Sabtu (11/7/2026) malam. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, warga di wilayah RW 1 dan RW 2 menggelar tradisi Merdi Bumi.

​Acara yang dipusatkan di halaman rumah Kepala Desa Gemeksekti, Suramin, SE, ini berlangsung meriah sekaligus khidmat. Berjejer puluhan tumpeng hasil gotong-royong warga dari setiap RT, yang menjadi simbol visual atas rasa syukur terhadap melimpahnya rezeki serta doa keselamatan bagi desa.

​Prosesi sakral dimulai dengan pembacaan tahlil bersama. Setelah itu, Kepala Desa Suramin, SE secara simbolis memotong tumpeng utama, yang langsung disambut antusias warga untuk makan bersama—sebuah potret nyata dari indahnya keguyuban dan silaturahmi yang erat.

​Dalam sambutannya, Suramin menyampaikan rasa haru dan bangganya karena Dukuh Tanuraksan akhirnya bisa melangsungkan tradisi ini secara mandiri. Beliau juga berharap acara ini membawa berkah yang melimpah bagi warganya.

​“Mudah-mudahan kegiatan ini membawa keberkahan, warga Desa Gemeksekti selalu diberikan keselamatan, umur panjang, rezeki yang berkah dan barokah. Insyaallah, Merdi Bumi ini akan kita agendakan menjadi kegiatan rutin setiap tahun,” ungkap Suramin.

​Dengan suksesnya acara di Dukuh Tanuraksan, genap sudah seluruh empat pedukuhan di Desa Gemeksekti melaksanakan tradisi tahunan ini. Langkah ini tidak hanya menjadi wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen warga Gemeksekti dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur agar tidak punah ditelan zaman.(*)