Korsleting Listrik Diduga Jadi Pemicu Kebakaran Hebat di Depan Pasar Bocor, Kerugian Tembus Ratusan Juta

 

Kebakaran hebat dikomplek pasar Bocor Kecamatan Buluspesantren.(ft ist) 
KEBUMEN, (seputarkebumen.com)- Penyebab kebakaran hebat yang menghanguskan sebuah warung makan dan toko kelontong di depan Pasar Bocor, Desa Bocor, Kecamatan Buluspesantren, akhirnya terungkap. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga kuat dipicu korsleting listrik dari kabel stop kontak di warung makan milik Sukasri.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan, temuan tersebut diperoleh setelah Tim Inafis Polres Kebumen melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan di lokasi kebakaran yang terjadi pada Senin (1/6/2026) malam.

"Dari hasil pemeriksaan ditemukan kabel listrik bekas colokan stop kontak dalam kondisi terbakar dan hanya menyisakan kawat serabut. Dugaan sementara sumber api berasal dari korsleting listrik pada bagian tersebut," ujar Kapolres, Selasa (2/6/2026).

Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 18.45 WIB oleh Marsono, warga yang rumahnya berada tepat di samping lokasi kejadian. Saat itu, ia melihat kobaran api sudah membesar dari bagian atap warung makan milik Sukasri.

Mengetahui kejadian tersebut, Marsono segera meminta bantuan warga sekitar. Warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan air dari saluran irigasi terdekat. Namun, kobaran api terus membesar dan dengan cepat melalap bangunan sehingga laporan segera disampaikan kepada Polsek Buluspesantren dan petugas pemadam kebakaran.

Tak lama berselang, petugas kepolisian bersama tim pemadam kebakaran tiba di lokasi. Api yang terus membesar kemudian merembet ke toko kelontong milik Bahrunajah yang berada tepat di sebelah utara warung makan.

Sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk menjinakkan si jago merah. Setelah proses pemadaman yang berlangsung selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.30 WIB.

Akibat kejadian tersebut, warung makan milik Sukasri hangus terbakar seluruhnya. Sementara itu, toko kelontong milik Bahrunajah mengalami kerusakan pada sebagian bangunan utama, sedangkan gudang penyimpanan barang dagangan di bagian belakang ludes dilalap api.

Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut karena kedua bangunan diketahui dalam keadaan kosong saat kebakaran terjadi.

Kapolres menambahkan, setelah menerima laporan, personel Polres Kebumen dan Polsek Buluspesantren langsung melakukan pengamanan lokasi, membantu proses pemadaman, mendata saksi serta korban, dan melakukan olah TKP guna memastikan penyebab kebakaran.

"Syukur tidak ada korban jiwa. Hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan korsleting listrik sebagai penyebab kebakaran," pungkas AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.(*)