![]() |
| Acara peluncuran Program Serbu TBC dan Aplikasi Smart TB-R di Pendopo Kabumian.(ft ist) |
KEBUMEN, (seputarkebumen.com)-Pemerintah Kabupaten Kebumen semakin serius mempercepat penanggulangan Tuberkulosis (TBC). Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran Program Serbu TBC dan Aplikasi Smart TB-R yang digelar di Pendopo Kabumian, Kamis (11/6/2026).
Program ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemkab Kebumen untuk mempercepat penemuan dan penanganan kasus TBC, sekaligus mendukung target nasional eliminasi TBC pada tahun 2029 yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat.
Peluncuran tersebut dihadiri Bupati Kebumen, Asisten Pemerintahan, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB), para camat, kepala puskesmas se-Kabupaten Kebumen, serta berbagai unsur mitra yang selama ini terlibat dalam penanggulangan TBC.
Kepala Dinkes PPKB Kabupaten Kebumen, dr. Iwan Danardono, menjelaskan bahwa keberhasilan pemberantasan TBC tidak bisa dilakukan oleh sektor kesehatan semata, melainkan membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak.
Sebagai langkah awal, Desa Kuwayuhan, Kecamatan Pejagoan, ditetapkan sebagai desa percontohan dalam pelaksanaan program tersebut. Di desa itu, sebanyak 25 pasien TBC menerima bantuan makanan bergizi senilai Rp200 ribu setiap bulan yang disalurkan melalui Dompet Dhuafa guna membantu mempercepat proses penyembuhan.
Tak hanya itu, intervensi juga dilakukan melalui program bedah rumah sehat bagi penderita TBC. Rumah yang dibangun dirancang memiliki sirkulasi udara dan pencahayaan alami yang memadai sehingga dapat membantu mengurangi risiko penularan penyakit.
"Kami juga menggandeng Polsek dengan melatih anggota Bhabinkamtibmas sebagai tracer TBC. Jadi ketika angka kasus meningkat, masyarakat tidak perlu khawatir. Justru itu menunjukkan upaya pencarian kasus berjalan aktif. Semakin banyak ditemukan, semakin banyak pula yang bisa segera diobati hingga sembuh," ungkap dr. Iwan.
Sementara itu, Bupati Kebumen menegaskan bahwa peningkatan jumlah kasus yang ditemukan harus dipahami sebagai keberhasilan sistem deteksi dini, bukan sebagai tanda memburuknya kondisi kesehatan masyarakat.
Data Dinas Kesehatan menunjukkan jumlah kasus TBC yang berhasil ditemukan terus meningkat. Pada tahun 2024 tercatat sekitar 2.800 kasus, kemudian naik menjadi lebih dari 3.200 kasus pada 2025. Adapun hingga Mei 2026, capaian penemuan kasus baru masih berada di angka sekitar 30 persen dari target yang ditetapkan.
Menurut Bupati, salah satu tantangan terbesar dalam penanganan TBC adalah masih banyaknya kasus yang belum terdeteksi atau fenomena gunung es. Karena itu, upaya pelacakan aktif harus terus diperkuat agar penderita bisa segera mendapatkan pengobatan dan tidak menularkan penyakit kepada orang lain.
"Semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat pula penanganan dilakukan. Dengan demikian risiko penularan dapat ditekan. Kehadiran Smart TB-R menjadi terobosan penting karena akan membantu pengambilan kebijakan berbasis data yang lebih cepat, akurat, dan tepat sasaran," tegasnya.
Melalui Program Serbu TBC dan Smart TB-R, Pemkab Kebumen juga akan memperkuat berbagai upaya pencegahan dan pengendalian, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, skrining aktif menggunakan layanan X-Ray, investigasi kontak erat, hingga kolaborasi pemenuhan kebutuhan gizi bagi pasien.
Di akhir acara, Bupati memberikan apresiasi kepada tenaga kesehatan, kader kesehatan, relawan, serta seluruh mitra yang selama ini berperan dalam penanggulangan TBC. Ia berharap kolaborasi yang semakin kuat dapat mempercepat terwujudnya Kebumen bebas TBC sekaligus mendukung target eliminasi TBC nasional pada tahun 2029.(*)






