![]() |
| Sebanyak 17 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tingkat I Angkatan 60 Batalyon Manggala Satya resmi menjalani latihan kerja (Latja) di Polres Kebumen.(ft ist) |
Para taruna tiba di Polres Kebumen pada Senin, 8 Juni 2026, dan akan mengikuti program latihan selama 13 hari, terhitung mulai 9 hingga 21 Juni 2026. Selama periode tersebut, mereka akan menjalani berbagai kegiatan pembelajaran praktik di lingkungan Polres jajaran Polda Jawa Tengah.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan bahwa latihan kerja merupakan sarana bagi para taruna untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai kepolisian yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian.
“Latihan kerja ini menjadi wadah bagi para taruna untuk mengembangkan kemampuan teknis, taktis, dan profesionalisme sebagai bekal saat nantinya mengemban tugas sebagai perwira Polri,” ujar AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, Selasa (9/6/2026).
Selama mengikuti latihan kerja, para taruna akan mendapatkan pengalaman langsung pada sejumlah fungsi teknis kepolisian, mulai dari lalu lintas, Samapta (Sabhara), hingga pembinaan masyarakat (Binmas).
Di bidang lalu lintas, mereka akan mempelajari berbagai tugas seperti pengaturan arus kendaraan, patroli, hingga pengawalan. Sementara pada fungsi Samapta, para taruna dibekali kemampuan dasar kepolisian umum yang meliputi penjagaan, pengaturan, pengawalan, serta patroli untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Tak hanya itu, para taruna juga diterjunkan dalam kegiatan Binmas yang menitikberatkan pada pendekatan humanis kepada masyarakat. Mereka akan terlibat dalam kegiatan penyuluhan, sambang warga, hingga memberikan edukasi yang bertujuan mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Kapolres menegaskan, latihan kerja tidak semata-mata bertujuan meningkatkan keterampilan teknis kepolisian. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi proses pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, etika profesi, serta kemampuan kepemimpinan yang sangat dibutuhkan dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Menurutnya, pengalaman lapangan memiliki peran strategis dalam mencetak calon perwira Polri yang profesional, modern, humanis, dan berintegritas. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat serta anggota Polri di satuan kewilayahan, para taruna diharapkan mampu mengasah kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, dan berkolaborasi dalam menghadapi berbagai dinamika tugas kepolisian.
Dengan pembekalan tersebut, para taruna diharapkan semakin siap menjadi perwira Polri yang mampu memberikan pelayanan terbaik, perlindungan, serta pengayoman kepada masyarakat di masa mendatang.(*)







