![]() |
| Kegiatan seminar kecerdasan buatan (AI) bertajuk “G-CORE VOL. 1: The Prompt Master Challenge”.(ft ist) |
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut diikuti lebih dari 150 mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan UPB. Antusiasme peserta terlihat tinggi sejak awal acara, terutama saat membahas pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung aktivitas akademik dan pengembangan keterampilan digital mahasiswa.
Program G-CORE sendiri menjadi langkah nyata tindak lanjut atas capaian Pandu yang sukses menembus seleksi ketat Google Student Ambassador 2026. Dari lebih dari 81 ribu pendaftar di berbagai wilayah, hanya sekitar 2 ribu peserta yang berhasil lolos ke tahap seleksi lanjutan, dan Pandu menjadi salah satu wakil yang membawa nama harum Universitas Putra Bangsa.
Rektor Universitas Putra Bangsa, Dr. Gunarso Wiwoho, memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Pandu menjadi bukti bahwa mahasiswa daerah mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kampus karena kegiatan ini sepenuhnya digagas mahasiswa. Proses seleksi Google Student Ambassador tentu sangat kompetitif, dan saat ini mahasiswa UPB menjadi salah satu yang berhasil lolos. Bahkan di Kebumen, baru ada satu mahasiswa yang berhasil meraih posisi tersebut,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi di era digital, khususnya kemampuan memanfaatkan AI secara bijak, kreatif, dan produktif. Menurutnya, mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar memiliki daya saing yang kuat di masa depan.
Dalam seminar tersebut, peserta mendapatkan wawasan baru mengenai teknik prompting yang efektif untuk menghasilkan output AI yang lebih optimal. Meski sebagian besar mahasiswa sudah familiar dengan teknologi AI, sesi ini mengajak peserta memahami cara menyusun prompt secara lebih presisi agar teknologi AI dapat dimanfaatkan maksimal untuk kebutuhan perkuliahan maupun pengembangan diri.
Pandu menjelaskan bahwa G-CORE bukan sekadar seminar satu kali, melainkan awal dari upaya membangun ekosistem pembelajaran AI di lingkungan kampus. Ke depan, akan dibentuk komunitas belajar dan focus group yang menjadi wadah kolaborasi mahasiswa dalam mempelajari AI, berbagi pengetahuan, hingga mengembangkan proyek akademik berbasis teknologi digital.
“Harapannya, program G-CORE bisa menjadi pemantik semangat belajar sekaligus mendorong lebih banyak mahasiswa UPB mengikuti jejak menjadi Google Student Ambassador berikutnya. Kami ingin mahasiswa UPB semakin adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di era teknologi digital,” ungkap Pandu.
Melalui kegiatan ini, Universitas Putra Bangsa menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang teknologi digital dan kecerdasan buatan, sekaligus mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan era modern.(*)






