![]() |
| Peserta JKN, Endah Supriyani (46), warga Desa Pejagran, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo.(ft ist) |
Selama delapan bulan terakhir, Endah rutin menjalani hemodialisis atau cuci darah sebanyak dua kali setiap minggu di RSUD Dr Tjitrowardojo Purworejo. Bagi dirinya, proses tersebut bukan sekadar tindakan medis, melainkan perjuangan berat untuk mempertahankan kualitas hidup di tengah kondisi kesehatan yang terus diuji.
Awalnya, Endah mengaku sempat diliputi rasa takut dan khawatir ketika dokter menyatakan dirinya harus menjalani terapi cuci darah secara rutin. Selain harus menerima kenyataan tentang penyakit yang dideritanya, ia juga memikirkan besarnya biaya pengobatan yang harus dijalani dalam jangka panjang.
Namun perlahan, kecemasan itu mulai berkurang setelah dirinya terdaftar sebagai peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya ditanggung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo. Dengan perlindungan tersebut, Endah merasa lebih tenang karena tetap bisa memperoleh layanan kesehatan yang dibutuhkan tanpa terkendala biaya.
“Sudah delapan bulan saya menjalani cuci darah dua kali seminggu. Tentunya biaya pengobatan ini sangat besar jika harus ditanggung sendiri. Saya bersyukur menjadi peserta PBI yang dibantu Pemerintah Daerah Purworejo, sehingga tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang saya butuhkan,” ujar Endah.
Rasa syukur yang sama juga dirasakan sang ibu, Eny Styowati. Sebagai orang tua, ia mengaku sedih melihat perjuangan anaknya menjalani pengobatan rutin. Namun bantuan dari pemerintah melalui Program JKN dinilai sangat membantu keluarga mereka menghadapi situasi tersebut.
“Saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo yang telah membantu pengobatan anak saya melalui Program JKN. Bantuan ini sangat berarti karena anak saya tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa terkendala biaya,” tutur Eny.
Menurutnya, dukungan tersebut bukan hanya meringankan beban finansial keluarga, tetapi juga menghadirkan ketenangan dan semangat baru bagi Endah untuk terus menjalani pengobatan.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Dina Diana Permata, menegaskan bahwa Program JKN hadir untuk memastikan seluruh masyarakat, termasuk masyarakat prasejahtera, memperoleh akses layanan kesehatan yang layak dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan, dukungan pemerintah daerah melalui bantuan iuran peserta PBI merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Melalui bantuan iuran dari pemerintah daerah, masyarakat prasejahtera tetap dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang layak dan berkelanjutan. Kesehatan adalah hak setiap warga negara yang harus dijaga dan dipastikan aksesnya,” jelas Dina.
Dina berharap Program JKN terus memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta menjadi pelindung ketika kebutuhan kesehatan datang tanpa diduga. Kisah perjuangan Endah, lanjutnya, menjadi bukti bahwa jaminan kesehatan tidak hanya membantu dari sisi pembiayaan, tetapi juga menghadirkan rasa aman, ketenangan, dan harapan bagi peserta dalam menjalani pengobatan.(*)






