![]() |
| Penampilan Sendratari kolosal bertajuk “The Tales of Karangbolong” saat tampil Pentas Duta Seni Kabupaten Kebumen di Pendopo Agung Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah.(ft ist) J |
Pertunjukan spektakuler ini berhasil menyedot perhatian lebih dari 600 penonton. Antusiasme tinggi datang dari warga Kebumen perantauan yang memadati lokasi, mulai dari Depok, Bekasi, Bandung, hingga Bali.
Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Bupati Kebumen Lilis Nuryani, jajaran Forkopimda, perwakilan Badan Penghubung Jawa Tengah, komunitas perantau Kebumen, hingga pimpinan TMII.
Berbeda dari penampilan sebelumnya yang melibatkan 120 penari, kali ini “The Tales of Karangbolong” tampil lebih ringkas dengan 50 penari. Meski demikian, kekuatan cerita dan visual tetap mampu memikat dan menghadirkan pengalaman artistik yang mendalam.
Karya ini merupakan inisiasi Faiz Alauddien Reza Mardhika, yang mengembangkan konsep dari tari kolosal Swardana Kabumian yang sebelumnya sukses dalam Kebumen Fest 2025.
Mengangkat kisah heroik Pangeran Surti, pertunjukan ini menyajikan perjalanan penuh magis dalam upaya menyembuhkan sang permaisuri dari kutukan. Pencarian sarang burung walet di pesisir selatan, pertemuan dengan Lutung Kasarung hingga legenda Nyi Roro Kidul menjadi rangkaian cerita yang memikat sekaligus sarat nilai budaya.
Plt. Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, Risturino, menyebut pertunjukan ini sebagai pembuka yang kuat dalam rangkaian estafet budaya Jawa Tengah tahun 2026.
Sementara itu, Bupati Lilis Nuryani mengaku bangga atas capaian generasi muda Kebumen dalam mengemas budaya lokal menjadi sajian modern yang berkelas.
“Sebagai seorang ibu, saya bangga melihat anak saya berkarya. Namun sebagai Bupati, ini bukti nyata potensi besar generasi muda Kebumen dalam mengangkat budaya secara segar dan inovatif,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kekuatan budaya memiliki dampak langsung terhadap sektor pariwisata. Terbukti, pada libur Lebaran tahun ini, Kebumen mencatat lonjakan kunjungan wisata, bahkan tiga destinasi masuk dalam jajaran sepuluh besar terpopuler di Jawa Tengah.
Di penghujung acara, Bupati mengajak seluruh warga perantauan untuk kembali berpartisipasi dalam Festival IWAKK Walet Emas 2026 yang akan digelar pada 26 April 2026 di Pelataran Museum Purna Bhakti Pertiwi, TMII.
Festival tersebut akan menghadirkan kirab budaya, pameran produk UMKM, hingga ragam kuliner khas sebagai wujud semangat “Kebumen Berdaya: Beriman, Maju, Sejahtera, dan Berbudaya.”
Respons positif pun mengalir dari para penonton. Lulu Fadhilah, warga Bekasi asal Karanganyar, mengaku terinspirasi oleh pesan kuat dalam pertunjukan tersebut.
Hal senada disampaikan Khusnun Anillah, guru dari SMK Cinta Kasih Tzu Chi, yang bahkan membawa siswa dari Kalimantan Barat untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Indonesia.
“Penampilannya sangat berkesan, seperti membawa kita kembali ke masa lalu. Saya berharap pertunjukan edukatif seperti ini bisa terus digelar,” ungkap Febrika, penonton asal Bekasi.(*)







