![]() |
| Proses evakuasi korban bernama Sayono (56), dan Yatiman (54), warga Dusun Patok, Desa Penusupan, Kecamatan Sruweng.(ft ist) |
![]() |
| Proses evakuasi korban bernama Sayono (56), dan Yatiman (54), warga Dusun Patok, Desa Penusupan, Kecamatan Sruweng.(ft ist) |
Korban meninggal dunia diketahui bernama Sayono (56), warga Dusun Patok, Desa Penusupan, Kecamatan Sruweng. Sementara rekannya, Yatiman (54), mengalami luka-luka dan saat ini menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Sruweng.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB di kebun milik warga bernama Kamari yang berada di Blok 8 Dusun Patok, RT 01 RW 02. Saat itu kedua korban sedang memanen buah jenitri dengan cara memanjat pohon yang berada di lahan berkontur perbukitan.
“Diduga pohon jenitri tersebut sudah tua dan kondisi akarnya lapuk, sehingga saat dipanjat tiba-tiba tumbang,” ujar Kapolres.
Berdasarkan keterangan saksi, kedua korban berangkat dari rumah sekitar pukul 07.00 WIB menuju kebun yang berjarak sekitar dua kilometer dari permukiman. Sekitar dua jam kemudian, saat keduanya berada di atas pohon dengan ketinggian belasan meter, pohon tersebut mendadak roboh.
Seorang saksi bernama Seja Kuswoyo, yang saat itu sedang mencari rumput sekitar 100 meter dari lokasi, mengaku mendengar suara keras seperti pohon tumbang disertai teriakan minta tolong.
Saat mendatangi lokasi, saksi mendapati kedua korban sudah terjatuh di tanah. Sayono ditemukan dalam kondisi tidak bergerak, sementara Yatiman mengerang kesakitan akibat luka yang dialaminya. Saksi kemudian memanggil warga sekitar untuk memberikan pertolongan.
Kedua korban selanjutnya dievakuasi menuju fasilitas kesehatan terdekat. Namun Sayono dinyatakan meninggal dunia akibat luka berat yang dideritanya.
Hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan pohon jenitri setinggi sekitar 16 meter itu tumbang akibat akar yang sudah lapuk dan berlubang. Di lokasi, petugas juga menemukan sejumlah peralatan panen seperti tangga bambu, tali plastik, serta alat pemanen dari bambu.
Dari hasil pemeriksaan medis, korban meninggal dunia mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh. Sementara korban luka mengalami robek di pelipis dan kening serta patah tulang pada tangan kanan.
Petugas dari Polsek Sruweng bersama Tim Inafis Polres Kebumen, tenaga kesehatan Puskesmas Sruweng, unsur TNI, serta perangkat desa setempat telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan para saksi.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menegaskan, dari hasil pemeriksaan awal, peristiwa tersebut murni merupakan kecelakaan kerja saat korban melakukan aktivitas panen jenitri.(*)